Juli Mendatang Kota Ranai Genap Berusia 146 Tahun

IMG_20170127_000441
Kota Ranai, Natuna dari ketinggian

Natuna (Marwahkepri.com) – Ranai, Ibu kota Kabupaten Natuna sudah termashur sejak dahulu kala, bahkan dikenal mulai tahun 1871 silam. Kala itu Sultan kerajaan Riau mengukuhkan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng sebagai kepala pemerintahan di Ranai.

Berdasarkan hasil penelitian Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang, ditetapkan hari jadi Ranai pada tanggal 27 Juli.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Apriadi menuturkan, tanpa terasa pada tahun 2017 ini, Ranai genap berusia 146 tahun. Hal ini sesuai dengan bukti-bukti sejarah dan peradaban di Natuna.

“Maka tahun 2017 ini Ranai sudah berusia 146 tahun,” ujar Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Natuna, Erson Gempa di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

Ranai memiliki inditifikasi dan jati diri serta menjadi hari baik menurut Islam dan sepakat dari Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang yang menetapkan 27 Juli sebagai hari jadi Kota Ranai, ujar Erson lagi.

Bicara tentang pengembangan Destinasi Wisata dan sebagai moment tahunan serta sebagai salah satu media untuk promosi daerah untuk memperingati hari jadi Kota Ranai pada 27 Juli 2017 mendatang, Erson akan lounchingkan Branding Pariwisata Natuna dengan konsep Marine Ekowisata Arkeologi (MEA) dengan perencanaan selama tiga hari akan digelar.

“Akan menyediakan 25 spot lokasi mancing, promosi eko wisata Natuna. Dimana alam yang ciptakan seperti Gunung Ranai dan air terjun serta menampilkan arkeologi, dimana wilayah lain tidak ada seperti situs – situs sejarah dan situs muatak kapal tenggelam di laut Natuna,” ucapnya.

Ia menambahkan, kedepannya setiap tanggal 27 Juli selalu diperingati dan ditetapkan di kalender sebagai hari Jadi Kota Ranai dan dapat menampilkan produk wisata Natuna.

Sayangnya, meski usia kota Ranai sudah lebih dari satu abad, akan tetapi jauh ketinggalan dibandingkan dengan rekan se provinsinya yakni Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun.

Beruntung Natuna masih diatas Anambas dan Lingga. Lagi-lagi, bicara soal pariwisata, Anambas selangkah lebih maju, meskipun paling bontot mekar jadi Kabupaten.

Sejatinya, ini menjadi tolak ukur dan tantangan bagi pemimpin Natuna saat ini, apakah mampu menggerakkan roda kearah yang lebih maju, tentunya dengan dukungan masyarakat.(mk/nang)