Istri Mantan Wagub Kepri Tutup Usia di RS Singapura

20170125051308-unnamed (2)

MARWAHKEPRI.COM, Batam – Rekaveny Soerya, istri mantan wakil gubernur Kepri, HM Soerya Respationo meninggal dunia, Rabu (25/1/2017) pagi.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah ibu Hj Rekaveny Soerya (istri bapak Soerya mantan wakil gubernur Kepri,” tulis Rudy Chua, anggota DPRD Kepri dari Tanjungpinang, Rabu pagi.

Rudy pun menulis, almarhumah meninggal sekitar pukul 06.15 WIB di RS Nuh Singapore.

“Semoga husnul khotimah dan beliau menjadi penghuni surga,” tulis Rudy lagi.

Ucapan belasungkawa yang sama dilantunkan oleh Kabang Humas pada Biro Humas Protokol dan Penghubung Pemprov Kepri.

Dia pun membenarkan bahwa istri mantan wakil gubernur Kepri itu tutup usia di Singapura.

Kabar kepergian Rekaveny Soerya, istri mantan gubernur Kepri, HM Soerya Respationo, untuk selamanya memang sungguh mengejutkan, Rabu (25/1/2017).

Kabar itu tersiar cepat melalui media massa dan media sosial. Ucapan duka banyak dituliskan oleh para pejabat dan warga Kepri melalui akun media sosial mereka.

Di rumah duka yang terletak di Komplek Duta Mas Batam, sejumlah persiapan untuk penyambutan jenazah yang kini masih di Singapura dengan sigak dilakukan.

Pantauan dirumah terlihat, sejumlah pria sibuk membangun tenda untuk para tamu yang akan datang melayat.

Sementara sejumlah wanita sibuk mempersiapkan tempat untuk penyambutan jenazah.

Sejumlah anggota polisi juga sudah tambah berada di rumah duka untuk menjaga keamanan di rumah duka Rekaveny Soerya Komplek Duta Mas, Batam, Rabu (25/1/2017).

Menurut Saproni, wakil keluarga dan juga anggota DPRD Kepri, jenazah Rekaveni akan diberangkatkan dari Singapura sekitar pukul 13.00 WIB.

Diperkirakan jenazah dan rombongan akan sampai di Batam sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebagaimana diketahui, Rekaveny yang juga anggota DPRD Batam itu, selama ini tampak aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk kegiatan politiknya.

Apakah penyakit yang diderita Rekaveny selama ini?

Menurut Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang juga sahabat Rekaveny dan sahabat keluarga besar Soerya Respationo, almarhuma memang menderita sakit kanker.

Sepengetahuan dia, pada 2012 lalu Rekaveny sudah dinyatakan bersih dari sakit kanker yang diidapnya.

Namun pada 2016 lalu, Rekaveny kembali mengecek kesehatannya.

Dia dinyatakan belum sepenuhnya bersih, bahkan kanker yang menggerogotinya justru dinyatakan sudah parah.

“Bulan delapan atau sembilan dicek ke rumah sakit belum sempurna. Disampaikan high dangerous,” ujar Jumaga di rumah duka, Komplek Duta Mas, Batam, Rabu pagi.

Satu-satunya upaya penyembuhan yang dapat dilakukan yakni terapi. Namun dari delapan kali terapi yang dijalankan almarhumah, bisa dikatakan hasilnya gagal.

“Kamis saya masih ketemu di apartemen di Singapura. Beliau masih gurau-gurau,” kata Jumaga.

Namun pada Senin (23/1) pagi sekitar pukul 10.00 waktu Singapura, kondisinya drop. Dokter angkat tangan.

“Selasa saya datang ke sana lagi. Sudah tak bisa komunikasi. Sudah pasang alat dan lain sebagainya. Saya pulang sore. Beliau dinyatakan tak berdaya. Dalam hitungan hari dan jam saja. Sebagai manusia kita hanya bisa ikhlas. Pukul enam Indonesia beliau sudah dipanggil Tuhan,” ujar dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.