Presiden Kabulkan Permohonan Grasi Antasari Azhar

Antasari Azhar
Antasari Azhar

 

Jakarta (Marwahkepri.com) – Presiden Joko Widodo mengabulkan permohonan grasi Mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

Hukuman Antasari dikurangi dari 18 tahun penjara menjadi 12 tahun. Setelah dikurangi remisi, Antasari Azhar kini bebas murni.

“Sesuai perhitungan, Antasari dihukum 18 tahun, dan sudah menjalani masa hukuman 7 tahun dan mendapatkan remisi 3 tahun dan dengan sisa hukuman 6 tahun. Setelah dikurangi grasi, berarti status menjadi mantan narapidana,” kata pengacara Antasari, Boyamin Saiman, kepada wartawan di Gedung PN Jaksel, Jakarta, Rabu (25/1).

Dengan grasi itu, Antasari kini bebas murni. Ia kembali menjadi warga negara biasa dan mendapatkan kembali hak-haknya sebagai orang bebas.

“Iya, bebas murni. Tapi, sebagai kuasa hukum, saya harus bilang beliau mantan narapidana,” ujar Boy.

Sebelumnya Antasari dituduh terlibat dalam pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada tahun 2009 dengan motif cinta segitiga Antasari-Nasrudin-Rani. Antasari dinilai menjadi otak pembunuhan berencana dengan meminta bantuan Sigit Haryo Wibisono.

Antasari dinilai bersalah di semua tingkatan hukum. Dari 3 hakim tingkat pertama, 3 hakim tingkat banding, dan 8 hakim agung, hanya satu hakim agung yang memutuskan Antasari Azhar bebas murni dan tidak terlibat kasus pembunuhan tersebut.

Hakim agung itu adalah Prof Dr Surya Jaya, yang menyatakan bahwa benar Antasari pernah curhat soal kasusnya dengan Sigit Haryo. Tetapi tidak ada satu pun kata dan kalimat yang menyuruh Sigit menghabisi nyawa Nasrudin.(mk/as/d)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.