Heboh! 7 Tahanan Narkoba Jebol Tembok Penjara Milik Bareskrim, Begini Kronologi Kaburnya Mereka

6

MARWAHKEPRI.COM, JAKARTA-Tujuh tahanan Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkotika Bareskrim Polri kabur dari penjara di markas Dirtipid Narkotika, Cawang, Selasa (24/1/2017) dini hari.

Muncul dugaan kaburnya ketujuh tahanan narkoba tersebut karena kelengahan petugas.
Direktur Dirtipid Narkotika, Brigjen Eko Daniyanto, mengatakan para tahanan kabur setelah menjebol dinding tahanan dengan sebuah besi.

“Pada saat pemeriksaan pukul enam pagi, saat petugas mengecek tahanan, baru diketahui mereka sudah tidak ada,” terang Eko.

Pada dinding sel, ditemukan lubang berdiameter sekitar 30 centimeter persegi atau seukuran badan.

Berikut identitas tujuh tahanan tersebut:
1. Azizul alias Izul (30), tersangka sabu
2. Ridwan R alias Mame (22), tersangka sabu
3. Cai Chang alias Antoni (49), tersangka sabu
4. Anthony alias Ridwan (33), tersangka ganja
5. Amiruddin alias Amir (37), tersangka ganja
6. Ricky Felani alias Ruslan (30), tersangka ganja
7. Sukma Jaya alias Jaya (34), tersangka ganja

Mereka seluruhnya menempati ruang tahanan nomor lima.

“Alat yang digunakan menjebol tembok dengan menggunakan besi sepanjang 30 centimeter,” imbuh Eko.

Begitu keluar dari dalam ruang tahanan, pelaku memanfaatkan pakaian dan kain yang mereka miliki untuk menutup kawat berduri.

Kawat itu terpasang di atas tembok setinggi tiga meter yang membatasi kantor (Dirtipid) Narkotika Mabes Polri dengan Rumah Sakit Otak Nasional.

Usai melompati tembok berduri, pelaku berjalan lenggang ke halaman parkir RS Otak Nasional.

Brigjen Eko kemudian memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan melalui rekaman kamera CCTV di sejumlah titik.

Dari sana diketahui, para tersangka kabur menjelang waktu subuh.

“Kami membuka CCTV Tipid IV Narkoba bagian belakang tahanan untuk mengetahui para tersangka melarikan diri. Terlihat pada rekaman CCTV pukul 04.15 pagi, para tersangka membobol tembok tahanan,” jelasnya.

Para tahanan ini berasal dari sejumlah kota seperti Depok, Ciputat, dan Bogor.

Di antara barang bukti dari mereka terdapat ganja ratusan kilogram.

“Seorang tahanan yang kabur itu diancam dengan hukuman mati,” terang Eko.

Berkas para tersangka telah dibuka.

Sebanyak tujuh tim tengah memburu tersangka ke rumah keluarga dan kerabatnya.

Brigjen Eko mengimbau keluarga pelaku untuk melapor bila mengetahui keberadaan mereka.

“Kalau tidak kami beri tindakan tegas,” ungkap Eko.

Terpisah, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar memastikan pihaknya akan mengirim tim investigasi atas kaburnya tujuh tahanan itu.

Propam akan menyelidiki cara tahanan mendapatkan potongan besi yang dipakai menjebol tembok penjara.

“Tentu ini menjadi perhatian serius bagi kami. Kami akan kirimkan tim investigasi untuk mengusut bagaimana para tahanan itu bisa kabur,” jelas Boy Rafli.

Mabes Polri akan memberi tindakan tegas kepada petugas jaga bila terbukti lalai dalam melakukan penjagaan.

“Sanksi sudah pasti kami berikan tapi akan kami selidiki dulu. Termasuk meminta keterangan dari empat penjaga yang bertugas mengenai kronologi kejadiannya,” terang dia.