DPRD Natuna-Anambas Sepakat Kejar Provinsi Khusus

IMG20170124113731
Penyerahan cinderamata dari Ketua DPRD Natuna kepada Wakil Ketua DPRD Anambas

Natuna (Marwahkepri.com) – DPRD Natuna dan Anambas hari ini (24/01) menggelar pertemuan di ruang paripurna DPRD Natuna. Pertemuan wakil rakyat yang masih serumpun ini untuk membahas beberapa hal, seperti Tapal Batas, Pembagian DBH migas, Aset, dan wacana pembentukan Provinsi Khusus.

Pertemuan dibuka Ketua DPRD Natuna Yusripandi, dan berterimakasih atas kunjungan Dewan Anambas. Kedepan akan dibalas dengan mengadakan kunjungan ke Anambas.

Wakil Ketua I DPRD anambas Syamsir Umri mengatakan, tujuan kedatangan mereka ke Natuna untuk menjalin kembali silaturrahmi yang sempat terputus. Anambas merupakan bagian dari Natuna, ibarat anak dengan bapak.

Terkait masalah aset asrama mahasiswa di Jakarta, harus diperjelas statusnya. Pasalnya, Asrama putri ditempati Natuna, sedangkan asrama putra ditinggali mahasiawa Anambas. Dipinta agar asrama tersebut dihibahkan menjadi aset Anambas.

“Karena sejak dulu kami yang urus. Saat ini lampu sudah diputus, dan terpaksa disambung dari tetangga. Sementara Pemkab Anambas mau menganggarkan takut salah, sebab belum ada kejelasan soal hak”, ujat Amat Yani

Saat ini potensi paling besar adalah membentuk provinsi khusus, karena pemerintah pusat juga sedang berhasrat.”Tapi Saya lebih berkeinginan di jadikan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna. Karena Natuna gaungnya sudah di kenal Dunia luar. Masalah ini perlu pertimbangan, bagi kita semua. Mari Kita berdiskusi soal pembentukan provinsi ini”.

Menurut Yani, Jika ingin membentuk  provinsi harus bergerak lebih cepat. Wacana pemerintah pusat segera ditanggapi bersama Natuna dan Anambas.

Sekarang ini ada bagian bagian yang belum terurai kan, soal tapal batas, antar Natuna-Anambas. Hal ini pernah dilakukan rapat di Provinsi, tetapi Bupati Natuna  sebelumnya tidak pernah hadir.

Hari ini, dana transfer Pusat ke Anambas sangat minim, dan menurun tajam, sehingga roda pemerintahan sulit digerakkan. Maka Anambas meminta kalau bisa pembagian DBH, dapat di bagi dua.

Menanggapi hal itu Raja Marjuni mengatakan, kemarin sudah ada penyerahan aset, kepada Pemkab Anambas. Akan tetapi, Pemkab Anambas tidak ada permintaan aset Asrama mahasiswa. Hanya  aset yang berada di Anambas saja. Jika ada permintaan lagi harus direvisi dulu pengesahan penyerahan aset oleh DPRD Natuna  .

Sementara itu Hendri FN yang akrab di panggil Jack, meminta agar lebih fokus kepada wacana pembentukan provinsi. Dengan terbentuknya provinsi khusus, pembangunan dan perekonomian akan maju pesat.

Harken dari PPP, jika ingin dijadikan provinsi mesti dikejar dan disongsong bersama sama.

“Meski belum jadi Provinsi Khusus, Kita minta ada prioritas Khusus. Masalah DBH perlu kita pertanyakan soal Pembagian DBH. Karena belakangan ini , dana DBH transfer Pusat sangat minim.Mari Kita bersama sama ke Pusat, untuk mempertanyakan itu”, Ucapnya (nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.