Garuda Indonesia : Kasus Dugaan Suap Mantan Dirut Bukan Tindakan Korporasi

garuda

Jakarta (Marwahkepri.com) –   Manajemen Garuda Indonesia menyatakan kasus dugaan korupsi yang menimpa mantan Dirut mereka bukan tindakan korporasi.

“Dugaan atas hal tersebut tidak ada kaitannya dengan kegiatan korporasi, tetapi lebih pada tindakan perseorangan,” kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/01).

Emirsyah Satar menjabat Direktur utama Garuda Indonesia periode 22 Maret 2005 hingga Desember 2014.

Menurutnya, Garuda Indonesia -sebagai perusahaan publik- memiliki mekanisme dalam seluruh aktivitas bisnisnya, mulai dari penerapan sistem GCG yang diterapkan secara ketat, hingga transparansi dalam informasinya.

“Manajemen Garuda Indonesia juga menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK,” ucapnya.

Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam keterangannya mengharapkan pengungkapan kasus ini tidak akan mengganggu kinerja Garuda Indonesia.

“Kasus ini semoga tidak memberikan dampak buruk kepada Garuda, yang mendapat reputasi baik di internasional,” ucapnya..

“Kasus ini sifatnya pribadi. Kami sangat berterima kasih, manajemen kasus ini juga disampaikan dengan baik,” tambahnya.

KPK, menurut Laode, telah menggeledah sejumlah tempat untuk mengembangkan kasus dugaan korupsi ini, di antaranya dengan memeriksa kediaman mantan Dirut Garuda Indonesia, ESA, di Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Mereka juga telah menggeledah rumah SS di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, serta beberapa kantornya di Jakarta. (mk/as/cnn)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.