395 Ha Target Sawah Bukit Langkap Butuh Irigasi Permanen

Ilustrasi Irigasi
Ilustrasi Irigasi

Lingga, (Marwahkepri.com) – Saluran irigasi masih menjadi PR pemerintah dalam mensukseskan lahan sawah desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur yang ditargetkan seluas 395 Ha. Irigasi dipandang wajib disediakan mengingat ketersediaan air yang tidak mencukupi dengan lahan sawah yang luas, terlebih saat musim kemarau.

“Nanti, jika musim kemarau, air ini tetap kering. Ujung saluran ini kan sungai, itu dibendung masuk kesini, makanya airnya banyak. Kemungkinan besar ini kalau kemarau sudah kering. Maka itu perlu irigisasi yang memadai untuk lahan 395 Ha,” kata Surahman, Sekretaris Desa Bukit Langkap, Kamis (19/01).

Untuk saat ini kata dia lahan baru tercetak 45 Ha dari sebelumnya target akhir tahun yakni 100 Ha dan untuk keseluruhan 395 Ha.

Sebelumnya, pihak desa memang mendapat bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian RI untuk mengalirkan air dari saluran yang tercetak ke petakan sawah. Namun, menurut Surahman penggunaan pompa air tersebut tidaklah mungkin digunakan selamanya. Dengan perencaan area lahan yang luas tentu akan menambahkan biaya operasional disamping ketersediaan pompa air juga terbatas.

“Jadi, kalau ada irigasi yang permanen, insyaallah siap. Walaupun tidak mampu juga lah untuk sampai ratusan hektare ngolahnya. Orang luar pun tentunya mau bercocok tanam disini,” imbuhnya penuh harap.

Ia menuturkan, untuk saluran irigasi sendiri, biasanya ada bendungan di hulu sungai dan nantinya akan ada dua saluran yakni, saluran primer serta saluran sekunder. Untuk saluran skunder dengan skala yang agak besar tersebut, nantinya akan dipecahkan ke cetakan sawah guna menjaga ketersediaan air.

“Kalau teknisnya nanti merekalah yang tau,” tutupnya. (MK / arp)