Vitamin C Dosis Tinggi Ampuh Melawan Sel-sel Kanker

kesehatan

MetroAsahan.com – Vitamin C adalah vitamin yang baik untuk membantu Anda menangkal pilek, virus, dan info terbaru, bisa juga untuk terapi kanker.

Penelitian baru ini tidak hanya mengonfirmasi kemampuan vitamin C dalam melawan kanker vitamin, tetapi juga mengungkapkan bagaimana vitamin C dosis tinggi vitamin C bisa berbahaya bagi sel-sel kanker, tetapi tidak berbahaya bagi sel-sel sehat.

Menurut penelitian baru yang telah diterbitkan secara online di jurnal Redox Biology ini, para peneliti dari University of Iowa menemukan bahwa vitamin C mudah rusak, menciptakan hidrogen peroksida, spesies oksigen reaktif yang menyebabkan kerusakan pada jaringan dan DNA.

Namun, menurut penelitian, sel-sel kanker jauh lebih mampu menghilangkan hidrogen peroksida ini dibanding sel-sel sehat yang normal.

Akibatnya, tim percaya bahwa dosis tinggi vitamin C yang diberikan secara intravena bisa efektif dalam membantu melawan kanker ketika digunakan bersama terapi kemoterapi dan radiasi.

“Dalam studi ini kami membuktikan bahwa sel-sel kanker jauh lebih efisien dalam menghilangkan hidrogen peroksida dibamding sel normal. Dengan demikian, sel-sel kanker jauh lebih rentan terhadap kerusakan dan kematian yang disebabkan oleh hidrogen peroksida dalam kadar yang tinggi,” kata Garry Buettner, profesor radiasi onkologi dan anggota dari Holden Comprehensive Cancer Center di University of Iowa yang juga terlibat dalam proyek penelitian ini.

“Studi ini juga memerlihatkan bagaimana vitamin C dosis tinggi yang digunakan dalam uji klinis tidak memengaruhi jaringan normal, namun dapat merusak jaringan tumor,” jelas Buettner lagi.

Menurut penelitian, dosis tinggi vitamin C yang diberikan secara intravena (lewat pembuluh darah) dapat langsung menuju perut, sehingga nutrisinya lebih mungkin memasuki aliran darah.

Para peneliti berencana untuk menguji pengobatan pada pasien pankreas dan kanker paru-paru yang sedang menjalani terapi kemoterapi atau radiasi, untuk melihat apakah ada peningkatan hasil yang positif jika terapi dibarengi dengan pemberian vitamin C dosis tinggi. Ini bukan pertama kalinya para ilmuwan mengakui kemampuan vitamin C dalam melawan kanker.

Pada 2015, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Science menemukan bahwa vitamin C juga berguna dalam mengobati sel kanker yang bermutasi pada pasien kanker kolorektal yang tidak merespon jenis pengobatan lainnya.
Tim berharap bahwa suatu hari, vitamin C dosis tinggi dapat menjadi pengobatan standar untuk melawan kanker, sehingga pasien memiliki cara yang lebih aman dan efektif untuk melawan penyakit mereka.

Mampu Bunuh Bakteri TB Kebal Obat
Semakin banyaknya bakteri penyebab tuberkulosis (TB) yang kebal obat dipandang sebagai masalah serius oleh para ahli. Untunglah sebuah harapan muncul dari vitamin C.

Sebuah riset yang dilakukan tim dari Yeshiva University menunjukkan hasil yang mengejutkan karena vitamin C ternyata mampu membunuh beberapa bakteri yang kebal obat. Hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi titik terang dalam kemajuan pengobatan penyakit TB kebal obat yang saat ini diderita sekitar 650.000 orang di seluruh dunia.

Penelitian di laboratorium menunjukkan, vitamin C bertindak sebagai “agen pengurang” sesuatu yang memicu produksi spesies reaktif oksigen yang disebut radikal bebas. Radikal bebas ini membunuh TB, bahkan jenis yang kebal obat yang tidak mempan terhadap antibiotik biasa.

Ketua peneliti Dr.William Jacobs, profesor mikrobiologi dan imunologi, mengatakan bahwa riset ini baru teruji pada skala laboratorium. “Kita belum tahu apakah akan efektif pada percobaan hewan dan manusia,” katanya.

Namun ia mengatakan sangat berharap vitamin C bisa menjadi harapan baru dalam pengobatan TB. “Vitamin C sangat murah, tersedia di mana saja dan sangat aman digunakan. Yang terpenting sejauh ini cukup efektif untuk menyerang kuman TB,” katanya.

Ada kemungkinan vitamin C bisa digunakan selain juga obat-obatan TB. Alternatif lain, para ilmuwan akan menciptakan obat TB baru yang bekerja dengan cara menghasilkan radikal bebas dalam jumlah besar. Vitamin C atau asam askorbit memiliki banyak peran bagi tubuh, termasuk melindungi sel dan menjaganya tetap sehat. Sumber alami vitamin ini antara lain buah-buahan, brokoli, dan sebagainya.

Vitamin C dari Buah Lebih Bagus
Vitamin C merupakan antioksidan poten yang dibutuhkan tubuh untuk melawan penuaan dini. Tidak sedikit orang yang percaya konsumsi vitamin C dosis tinggi dapat memperkuat daya tahan tubuh hingga menjaga vitalitas.

Sebagian orang pun memilih mengonsumsi vitamin C melalui suplemen demi mencukupi kebutuhannya. Kendati penting, menurut dokter spesialis gizi klinik Fiastuti Witjaksono, bukan berarti vitamin C harus dikonsumsi secara berlebihan.

”Kebutuhan vitamin C tubuh orang dewasa itu hanya 75 miligram per hari. Jika mengonsumsi lebih dari itu, maka akan dikeluarkan,” kata dia dalam media gathering yang diadakan oleh Zespri Kiwifruit pada Senin (2/6/2014) di Jakarta.

Ia menjelaskan, vitamin C memiliki sifat larut air sehingga mudah dikeluarkan oleh tubuh melalui urine. Karena bersifat demikian pula, maka vitamin C tidak bisa disimpan terlalu lama dalam tubuh. “Maka, kalau kita sekarang makan vitamin C hingga 1.000 mg untuk cadangan 10 hari tentu tidak bisa, pasti akan dikeluarkan oleh tubuh. Vitamin C harus dikonsumsi rutin setiap hari,” tandas dokter dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.