9 Terlapor Dugaan Pencabulan Diperiksa Satreskrim Polsek Lingga

Ilustrasi
Ilustrasi

Lingga (Marwahkepri.com) – Sebanyak 9 orang terlapor dugaan pencabulan menjalani proses pemeriksaan tim penyidik reskrim polsek Daik Lingga, Kamis (19/01).

Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto membenarkan hal tersebut. Namun dirinya belum bisa berkomentar lebih sebab semua masih dalam tahap pemeriksaan.

“Nanti saja, kita belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam proses pemeriksaan,” kata dia saat dijumpai di Polsek Daik Lingga.

Berdasarkan informasi kerabat terlapor, 9 orang pelaku berasal dari dusun Sembuang, desa Penuba Timur kecamatan Selayar. Dari penuturannya kejadian pencabulan yang dilakukan 9 orang pemuda Sembuang tersebut terhadap seorang perempuan dengan inisial NK (16) bukan dilakukan serentak atau bersama-sama dalam satu waktu.

“Dia ini, ada sudah lama berhubungan. Ada yang sudah satu tahun, ada yang lebih dan ada yang baru. Kejadian awal tahunya dari sms. Semula hp si perempuan dipegang bapaknya. Jadi karena SMS-nya tentang hubungan melakukan. Bapak perempuan itu panik dan minta pertanggung jawaban,” kata Ali, Ketua RT Sembuang sekaligus kerabat salah satu terlapor.

Setelah diketahui dan diusut lanjutnya, ada tiga pemuda yang telah melakukan hubungan intim terhadap anaknya. Namun hal itu tidaklah puas bagi bapak perempuan tersebut dan melanjutkan penyidikan akhirnya bertambah menjadi 9 orang pemuda.

Dari 9 ini, setelah melalui sidang keluarga dapat 1 pemuda yang mau bertanggungjawab dan siap menikahi korban. Dengan catatan 8 pelaku lainnya bersedia memberikan uang 1 juta perorang dan kewajiban 100 ribu perbulan selama belum menikah.

“Kalau dilihat ini atas dasar suka sama suka. Setelah mufakat akhirnya ada yang menyetujui untuk bertanggungjawab. Dan yang 8 nya siap mengeluarkan uang 1 juta seorang dan 100 ribu setiap bulan. Kalau ada yang sudah menikah iuaran bulanan akan habis,” sambungnya.

Namun, dia katakan setelah kesepakatan itu ternyata ada yang tidak baik menerima dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

“Kayu untuk bansal sebenarnya sudah diambil, entahlah mungkin ada yang tidak suka dan melaporkannya. Kalau sudah begini kita yang anaknya baik jadi korban maupun pelaku siap mendampingi saja,” ungkapnya.

Pantauan lapangan, puluhan kerabat pelaku dan korban hadir menemani pemeriksaan. Saat ini korban telah menjalani visum ke rumah sakit. Korban merupakan anak dibawah umur dan tengah ditangani KPPAD Lingga. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.