Kepala Sekolah dan Pengawas Dilantik Di Tanah Putih

Pelantikan Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah di Lahan Perkebunan Tanah Putih desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Selatan
Pelantikan Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah di Lahan Perkebunan Tanah Putih desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Selatan

Lingga, (Marwahkepri.com) – Sebanyak 58 Kepala Sekolah dan 11 orang Pengawas Sekolah dilantik Bupati Lingga di area perkebunan tanah putih desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Selatan. Pemilihan lokasi tersebut adalah untuk mendekatkan tiap pengayom pendidik agar lebih akrab dengan lingkungan sekaligus menjadi laboratorium hidup.

Dalam sambutannya, Bupati Lingga Alias Wello sampaikan pada pelantikan yang ke 4 sejak kepemimpinannya, dia lebih memilih lingkungan area hutan holtikultura tanah putih sebagai pelantikan para Kepala Sekolah. Menurutnya prosesi yang biasa namun penuh suasana yang berbeda. Hal ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi kabupaten Lingga dimasa mendatang.

“Tidak hanya kerja nyata yg bersipat rutin, tapi merupakan ujung tombak untuk kemajuan SDM di Kabupaten Lingga agar lebih akrab pada lingkungannya,” ungkapnya, Selasa (17/01).

Selain itu lingkungan alam dipilih agar setiap Kepala Sekolah mampu memberikan pemahaman bukan hanya kepada guru pendidik melainkan kepada anak didiknya hingga dapat menjadikan arena alam ini sebagai arena pendidikan dan bermain sekaligus dapat dijadikan laboraturium hidup.

“Agar anak didik kita peka terhadap lingkungan. Jadikanlah hutikultura ini contoh bagi smua. Kelas- kelas taman menjadikan suasana keakraban alam dan murid hingga siswa bisa menimplementasikan kepada masyarakat,” terangnya.

Sementara, selain tanggung jawab yang harus dilakukan setiap Kepala Sekolah yakni menjadikan anak didik mampu berbakti kepada orang tua, daerah serta lingkungan. Setiap Kepala Sekolah juga diminta patuh terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku, terlebih mengenai absensi yang merupakan salah satu penunjang promosi jabatan.

Tidak hanya itu, bagi Kepala Sekolah juga diminta tegas dalam mengayomi tiap guru pendidik tanpa melindungi jika ada guru-guru yang tidak patuh terhadap peraturan. Jika hal tersebut kedapatan, dia katakan tidak ada toleransi dan akan segera melakukan penarikan jabatan.

“Lakukan yg terbaik kalau ada pelanggaran yg cukup ektrim hingga merusak yg lainnya. Guru dan Kepala Sekolah harus patuh pada ketentuan yg berlaku.
Ayomi para guru agar disiplin dan ciptakan keharmonisan di sekolah. Jangan melindungi guru yg nakal serta harus mampu meningkatkan prestasi murid,” tegas Wello. (MK / arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.