Ini Penyebab Gempa yang Guncang Sumut Malam Tadi. Gunung Sinabung pun Berstatus Awas

 

kejadian-gempa-yang-melanda-kota-medan-terekam-cctv_20170117_084227

MEDAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan merilis penyebab gempa bumi yang terjadi di Sumatera Utara

Titik gempa yang menggegerkan beberapa wilayah di Sumatera Utara berada antara perbatasan Deliserdang dengan Tanah Karo.

Menurut prediksi BMKG, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya gempa.

“Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Sibolangit dengan intensitas sekitar III SIG-BMKG atau setara dengan VI MMI. Medan II SIG-BMKG (IV-V MMI), sedangkan Tuntungan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar intensitasnya II SIG-BMKG ( II-III MMI),” kata Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan, Senin (16/1/2017) malam.

Namun, lanjutnya, secara umum sumber gempa di daratan Sumatera dapat disebabkan oleh aktifitas sesar lokal ataupun aktifitas zona subduksi.

Perbedaan kedua sumber gempa tersebut, katanya, dapat dilihat dari kedalaman sumber gempa.

“Gempa akibat aktifitas sesar lokal memiliki karakteristik kedalaman sumber yang dangkal. Sedangkan untuk sumbergempa akibat subduksi lempeng di Pulau Sumatera mempunyai kisaran kedalaman hingga ratusan kilometer,” ungkap Syahnan.

Syahnan bilang dari pengamatan yang disampaikan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi, gempa bumi yang terjadi di barat daya Deli Serdang, Sumatera Utara ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenisgempa bumi dangkal dan mempunyai mekanisme sesar mendatar.

Hal ini berarti gempa bumi terjadi akibat aktivitas sesar lokal.

Dengan kedalaman yang dangkal ini, sangat wajar jika guncangan akibat gempa dirasakan tidak terlalu luas.

“Patut disyukuri bahwa kekuatan gempabumi ini tidak terlalu besar, sehingga diharapkan tidak sampai menimbulkan kerusakan,” katanya dalam rilis tersebut.

Sembilan Kali Gempa Susulan di Berbagai Wilayah

Dari hasil monitoring BMKG hingga saat ini, lanjut Syahnan, sudah terjadi 9 kali gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil dari gempa utamanya.

Untuk itu, kata dia, kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi dari BMKG.

“Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai barat Sumatera Utara dan sekitarnya diimbau agar tidak terpancing isu tsunami mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” ungkap Syahnan.

Kekuatan gempa sebesar 5,6 skala richter dengan episenter pada koordinat 3,33 LU dan 98,46 BT, tepatnya di darat pada jarak 28 km arah barat daya Deli Serdang, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

Gunung Sinabung pun Berstatus Awas

Berdasarkan informasi yang disebar oleh Kapusdatin BNPB DR Sutopo Purwo, Gempa ini tidak berpotensi tsunami atau gelombang pasang laut besar.

BMKG telah melaporkan terjadi gempa dengan kekuatan 5,6 SR dengan pusat gempa di darat di 28 km barat daya Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada Senin (16/1/2017) pukul 19.42 Wib. Sumber gempa berasal dari sesar di darat dengan kedalaman 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya juga terjadi gempa 3.9 SR, 16-Jan-17 pukul 19:13:30 WIB, dengan pusat gempa di darat pada 23 km barat daya Kabupaten Deli Serdang dengan kedalaman 10 km. Gempa dirasakan di Medan I-II MMI (I SIG).

Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa. Gempa dirasakan keras di Deli Serdang, Binjai dan Karo sekitar 5-8 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

Gempa juga dirasakan dengan intensitas sedang di Kota Medan. Masyarakat Kota Medan juga berhamburan keluar rumah.

Pusat gempa cukup dekat Gunung Sinabung karena pusat gempaberjarak sekitar 33 kilometer timur laut dari Kabupaten Karo. Semoga tidak makin meningkatkan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung. PVMBG mengintensifkan pengamatan Gunung Sinabung. Status G. Sinabung tetap Awas.

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan di sekitar Deli Serdang dan Binjai intensitas gempa sekitar IV hingga V MM. Artinya guncangan gempa yang dirasakan ringan hingga sedang. Diperkirakan gempa tidak berdampak pada kerusakan bangunan yang masif. Umumnya bangunan akan rusak berat jika menerima intensitas gempa dibatas VI MMI.

BPBD masih melakukan pendataan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Dilaporkan beberapa rumah mengalami kerusakan namun masih pendataan. Listrik mati di Kota Berastagi dan beberapa desa di sekitar Gunung Sinabung seperti di Desa Sukandebi dan Sukatepu.

Kepanikan Warga dan Karyawan Mal

Lia bersama ratusan pengunjung Centre Point Mall Medan langsung lari menuju pintu keluar ketika merasakan gempa yang mengguncang Kota Medan, Senin (16/1/2017) malam.

Ia bersama seorang temannya yang saat itu sedang memilih pakaian di satu tenant yang ada di mall tersebut langsung berlari menuju eskalator dan mencari pintu keluar.

“Saya syok sekali, tadi dengar ada orang teriak bilang ada gempa, ada gempa. Mungkin karena saya dan teman saya sedang ada di lantai dua jadi guncangan gempa cukup terasa kuat dan langsung berlari mencari pintu keluar mall,” ujarnya kepada Tribun.

Tak hanya Lia, kepanikan juga sempat terjadi pada Ramadhan. Section Head Medan LotteMart Centre Point Mall, tersebut bersama pengunjung Centre Point Mall yang lain pun langsung berlari menuju pintu keluar.

“Gempanya cukup kuat, cukup terasa. Tadi semua costumer dan karyawan sempat panik dan keluar. Semua pada berhamburan mencari pintu keluar,” ujarnya saat dihubungi Tribun, Senin (16/1/2017).

Ia menuturkan, namun ketika gempa sudah reda, pengunjung dan juga karyawan toko yang ada di Centre Point termasuk karyawan Lottemart kembali masuk ke dalam dan kondisi sudah mulai aman kembali.

“Sudah aman dan beberapa pengunjung sudah kembali melanjutkan aktifitas belanja kembali,” tuturnya.

Sementara itu, masyarakat Kota Medan dan sekitarnya, Senin (16/1/2016) menimbulkan kepanikan sehingga warga berhamburan keluar gedung.

Mita Novianty, menceritakan saat sedang makan di sebuah cafe di kawasan Multatuli, Medan tiba-tiba merasakan gempa bumi. Sehingga, langsung keluar gedung.

“Perasaanku merinding kali saat gempa tadi. Jadi langsung keluar dari kafe, kebetulan sedang nongkrong di lantai dua,” ujarnya

Usai merasakan gempa, lanjutnya, kepalanya merasa pusing sehingga sempat duduk dan istirahat, sebelum pulang ke rumah.

“Waktu gempa itu rasanya oyong. Sehingga, tenangkan diri dulu, sebelum pulang ke rumah. Baru saja tiba di rumah ini,” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Fajar Ningrum. Tatkala gempamenguncang kawasan Medan, ia sedang berbaring ke kamar.

“Waktu gempa itu, saya sedang tidur di kamar. Gempanya terasa kali dan tetangga rumah berhamburan keluar rumah. Jadi saya ikut keluar rumah,” ujarnya.

Bila dibandingkan dengan gempa sebelumnya, katanya, gempayang berpusat di darat 28 km barat daya sangat kuat.

“Kuat sekali gempa, jadi takut masuk rumah. Tadi, kami kumpul-kumpul dulu di luar khawatir ada gempa susulan,” ungkapnya.

Medan Tiga Kali Diguncang Gempa

Sekadar diketahui gempa mengguncang Kota Medan sebanyak dua kali pada Senin (16/1/2017) malam.

Pertama pada pukul 19.13 WIB dan kedua pukul 19.42 WIB.

Gempa pertama, berdasarkan info BMKG, gempa bermagnitudo 3,9 Skala Richter.

Lokasinya di 3.24 LU, 98.59 BT (23 km Barat Daya Kabupaten DELISERDANG-SUMUT). Dengan kedalaman 10 Km. Dirasakan di Medan I-II MMI (I SIG).

Gempa kedua berkekuatan 5,6 SR, Berlokasi di 3.33 LU,98.46 BT (28 km Barat Daya Kabupaten DELISERDANG-SUMUT) dengan kedalaman 10 Km.

Teranyar, Medan diguncang gempa lagi pukul 21.16 WIB. Namun BMKG belum merilis pusat gempa dan magnitudo gempa ini.

Reaksi Netizen

Netizen juga turut menginformasikan wilayah yang diguncanggempa selain Medan.

Wati Ris Ya Allah selamatkanlah saudaraku”semuanya…smga semua selalu dlm lindunganNya

Askhony Wah semoga dalam lindungan Allah swt

Fhasrayono Rumabutar Ion Wah gempanya lumayan bikin goyang dombret… Hati2 kalau ada gempa susulan

Sitorus Putra Domas Sitorus Semonga tidak terjadi gempasusulan di DOLOK MASIHUL TERASA

Melly Sridayanti Sinaga Lubuk Pakam kencengnyaaa gempa

Rafidani Rafidani Nyampek kisaran juga kok

ZebyOza ZaratHustra Binjai juga terasa

Mozzarela Fia Mozz Belawan Paling terasa pun,istighfar

Elma Septiyana Saragih Binjai juga

Elpando Frans Sinaga Dikarawang juga kerasa ko,
Perasaan cemas sama keluarga dimedan smoga mereka disana baik2 aja

Mutiara Afrilsyah Assalamualaikum sahabat semua waspada ya mana tau ada susulan,insa allah gk ada lg ya aamiin ya allah

Nonless Nellvrina Manalu Semoga semua dlm lindunganNya dan tak terjadi gempa susulan.

Maluku Juga Diguncang Gempa

Gempa bumi 5,6 SR menguncang Maluku Tenggara Barat, Senin (16/1/2016) sekitar 22.06 WIB. Gempa di Maluku Tenggara Barat, tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi yang diperoleh www.tribun-medan.com, dari situs BMKG, gempa tersebut berkedalaman 103 KM dengan lokasi 7.91 LS-130.23 BT.

Adapun pusat gempa berada 132 Km Barat Daya Maluku Tenggara Barat. Hingga kini, belum diketahui adanya kerusakan ataupun korban akibat gempa itu.

Diketahui, gempa terjadi hanya berselang beberapa jam usaigempa di Deliserdang, Sumatera Utara. Bahkan, kekuatan gempajuga serupa 5,6 SR.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.