Ternyata Pelangi tidak hanya di Siang Hari, Malampun Ada !

6

MARWAHKEPRI.COM, Jakarta – Moonbow atau pelangi malam  alias pelangi berwarna putih pucat yang muncul di malam hari saat bulan bercahaya terang – mungkin terdengar seperti fiksi ilmu ilmiah, tetapi hal itu nyata.

fenomena ini muncul di beberapa tempat seperti di atas aliran lava di Hawaii, di dasar Air Terjun Yosemite di California ketika salju mencair di musim semi, dan di hutan Kosta Rika ketika angin Natal meniup gumpalan awan embun di akhir Desember sampai awal Februari.

Tapi untuk melihat pelangi malam secara rutin Anda perlu berkunjung ke salah satu dari dua tempat di muka bumi ini yakni Air Terjun Victoria di perbatasan Zambia-Zimbabwe dan Air Terjun Cumberland dekat Corbin, Kentucky, di Amerika Serikat.

Dengan lebar 38 meter dan tinggi 18 meter, air terjun Cumberland dikenal sebagai Niagara di Selatan. Air menghantam batu-batu besar yang bertebaran di jurang dan menghasilkan cukup banyak kabut untuk menciptakan pelangi yang berwarna-warni di siang hari dan moonbow berwarna putih susu di malam hari yang cerah di saat bulan purnama. Keajaiban pelangi malam terjadi ketika cahaya bulan memantul pada kabut, yang tidak hilang oleh angin karena dinding ngarai yang curam.

“Malam dengan cahaya bulan yang terang dengan langit yang bersih adalah yang Anda butuhkan untuk melihat moonbow,” jelas Bret Smitley, yang menjadi seorang naturalis di Cumberland Falls State Park Resort selama 23 tahun.

Selain Air Terjun Cumberland dan Victoria, tidak ada tempat lain di dunia yang memiliki semua hal itu setiap bulan. Inilah yang membuat pemandangan moonbow menjadi luar biasa istimewa. Air Terjun Niagara pernah memiliki moonbow secara rutin, tetapi dengan perkembangan di daerah itu, polusi cahaya misalnya, menyebabkan moonbow tidak lagi bisa terlihat.

Moonbow tercipta dengan cara yang sama dengan pelangi, karena cahaya bulan sebenarnya adalah cahaya matahari yang dipantulkan bulan. Perbedaannya adalah mata kita tidak dirancang untuk melihat warna di kegelapan, sehingga sebuah moonbow akan terlihat samar. Tetapi para fotografer yang mengambil gambar dengan eksposur panjang akan berhasil mendapatkan gambar yang memperlihatkan warna-warna yang biasa kita lihat pada pelangi.

“Kadang-kadang saya melihat warna biru hijau di sana,” kata Smitley, “dan kadang-kadang ada warna kemerahan, tetapi tidak akan sama seperti warna pelangi biasa dengan mata telanjang.” Dia juga telah melihat moonbow kembar beberapa kali.

Moonbow biasanya muncul selama kira-kira lima malam setiap bulan, dimulai dari dua atau tiga malam sebelum bulan purnama sampai dua atau tiga malam setelahnya – tetapi hanya jika cuaca cerah. Jika mendung tidak akan ada cahaya yang cukup. Smitley mengatakan dia pernah melihat moonbow muncul lima malam sebelum bulan purnama, meskipun hal itu tidak biasa.

Di Air Terjun Cumberland, posisi bulan harus berada di 45 derajat di atas langit untuk menyapu puncak bukit, jelas Smitley, yang terjadi sekitar dua jam setelah bulan terbit.

Moonbow yang paling awal adalah sekitar pukul 18.30 waktu setempat di awal siklus di bulan November dan Desember, sementara di musim panas moonbow dapat muncul pertama kali setiap malam selambatnya pada pukul 21.30. (Tanggal dan waktu munculnya moonbow bisa dilihat di internet.)

Lokasi pengamatan di Air Terjun Cumberland Falls sangat pas untuk melihat pelangi di siang hari (biasanya muncul antara pukul 9 atau 10 pagi dan pukul 13 siang) dan moonbow beberapa malam setiap bulan, Saat akhir musim gugur pengunjung mencapai  1.000 orang.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.