Apakah Ahok Masih Bercita-cita Jadi Presiden ?

?????????????????????????????????????????????????????????

MARWAHKEPRI.COM,      Jakarta -Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, merupakan satu-satunya calon gubernur yang tidak menjawab pertanyaan moderator terkait komitmen untuk tidak maju pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Pertanyaan itu diajukan saat debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada Jumat (13/1/2017) malam.

Ahok justru hanya duduk sambil tertawa dan meminta pasangan calon wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, menjawab pertanyaan Ira Koesno atau moderator debat saat itu.

Jika menengok lagi ke belakang, Ahok pernah berulang kali menyampaikan bahwa dia bercita-cita menjadi presiden Republik Indonesia. Ahok kerap menyampaikan hal itu saat dia masih aktif menjabat Gubernur atau Wakil Gubernur DKI dan menerima kunjungan anak-anak sekolah di Balai Kota DKI Jakarta.

Contohnya saat dia menerima kunjungan siswa kelas IV SD dari Tunas Muda International School, Kedoya, Jakarta Barat, ke Balai Kota, pada 24 April 2014. Ahok mengungkapkan bahwa anak-anak harus terus meningkatkan cita-citanya.

Saat masih kecil, dia bercita-cita menjadi Kepala Wilayah Produksi PT Timah di Belitung Timur. Cita-cita itulah yang mendorongnya mengambil Jurusan Geologi saat kuliah di Universitas Trisakti.

Ia kemudian sadar jika ingin membantu orang tidak mampu, mau tidak mau dia harus bisa menjadi pejabat publik. Akhirnya, ia memutuskan masuk ke dunia politik, dan mengawali karier politik dengan menjadi anggota DPRD.

Ahok kemudian terpilih menjadi Bupati Belitung Timur. Setelah selama 1,5 tahun menjabat sebagai bupati, Ahok lalu berpikir bahwa ia bisa melakukan hal lebih jika menduduki jabatan yang lebih tinggi, yakni sebagai Gubernur Bangka Belitung.

“Tapi karena ada kecurangan, saya tidak jadi gubernur. Saya lalu jadi anggota DPR RI. Tahun 2012, saya mencalonkan diri jadi wakil gubernur (DKI Jakarta) mendampingi Pak Jokowi (Joko Widodo),” kata Ahok saat itu.

Setelah menjabat sebagai wakil gubernur, Ahok menyadari bahwa tak mudah mengurus Jakarta bila tak mendapat dukungan dari Presiden RI. Karena itu, ia mengaku bercita-cita ingin menjadi presiden RI.

“Sekarang saya mau jadi presiden karena banyak urusan bisa lebih mudah jadi presiden. Bukan jadi gubernur lagi. Jadi, cita-cita itu tiap hari harus naik,” kata Ahok.

Saat Jokowi jadi capres

Ahok juga pernah berseloroh ingin jadi presiden saat wartawan bertanya mengenai komentarnya jika Joko Widodo maju pada Pilpres 2014. Saat itu Ahok mengaku heran kenapa dia tidak pernah ditanya apakah juga ingin menjadi presiden.

“Kenapa kamu tidak tanya aku nyalon presiden apa enggak, sih?” tanya Ahok, di Balaikota, pada 22 Mei 2013.

Dengan bercanda, Ahok mengaku tidak ingin menjadi gubernur DKI Jakarta jika Jokowi menjadi presiden. Dia juga ingin menjadi presiden seperti mantan Wali Kota Surakarta itu.

“Aku mau jadi presiden, bukan gubernur. Kamu tulis tuh, aku mau jadi presiden, bukan gubernur. Kamu tulis itu ya,” seloroh Ahok.

Namun, kini dia memilih meninggalkan wartawan saat ditanyakan alasannya tak menjawab godaan menjadi capres atau nyapres saat debat pada Jumat lalu itu. Ahok menyebut, dia bersama Djarot sudah berbagi tugas.

“Pak Djarot yang akan jawab pertanyaan 30 detik,” kata Ahok di kantor DPP Nasdem, Jakarta Pusat, Sabtu lalu.

Dalam debat tersebut, Djarot mengatakan, jiwa dan raga pasangan Ahok dan Djarot sudah untuk warga Jakarta. Djarot mengatakan, dia dan Ahok berkomitmen memimpin Jakarta sampai akhir periode.

Saat debat itu, pertanyaan yang sama juga disampaikan untuk dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI lainnya, yaitu Anies Baswedan dan Agus Yudhoyono.

Anies menjawab, mereka berkomitmen untuk memimpin Jakarta sampai akhir periode jika terpilih. Sementara Agus Yudhoyono mengatakan, tujuan dia dan Sylviana Murni berkompetisi adalah untuk memperjuangkan warga Jakarta.