Begini Kronologi Penangkapan Oknum Pegawai Distan Penjual Sabu

IMG_20170114_104218
Ketika Polisi membekuk Yadi Supriadi

Natuna (Marwahkepri.com) – Yadi Supriadi alias Yadi (33) mengakui dirinya sebagai penjual Narkoba jenis sabu-sabu. Hal ini setelah polisi mengamankan oknum PNS Dinas Pertanian Pemkab Natuna ini, Kamis  lalu.

Kapolres Natuna, AKBP Charles Sinaga menegaskan jika penangkapan yang dilakukan pihaknya pada kamis pukul 14.00 WIB itu memang sudah dirancang.

“Anggota Satresnarkoba melakukan undercover (penyamaran) menghubungi tersangka membeli narkoba jenis sabu dengan ponsel. Lalu tersangka menyetujuinya,” ujar Charles, Jumat (13/1/2017).

Anggota polisi yang menyamar akhirnya deal jika transaksi di depan kos-kosan di Jalan Hasan Ramli, RT 03/04 tersebut. Ketika Yadi akan mengantarkan barang haram itu polisi sudah bersiap melakukan penangkapan dan penggeledahan.

Kita menemukan satu paket kecil yang dibungkus dengan timah rokok warna kuning yang berisikan sabu-sabu di tangan tersangka. Setelah diiterogasi secara singkat. Tersangka memang mengakuinya itu adalah milik dia,” sebut Charles.

Polisi kemudian membuat laporan, menyita barang bukti sabu seberat 0,11 gram, memeriksa saksi-saksi dan tersangka. Selain itu Yadi juga dicek urinnya di RSUD Natuna. “Hasilnya positif, dia juga pemakai. Ada kandungan metamfetamin dan amfetamin,” tegas Charles

“Penangkapan dilakukan di jalan Hasan Ramli di depan kos-kosan milik saudara Madi. Tidak jauh dari rumahnya,” tambahnya.

Polisi mengamankan satu paket/ bungkus plastik bening diduga sabu seberat 0,11 gram, satu unit ponsel blackberry dan satu unit sepedamotor merk Honda Megapro BP 2361 N.

Dari tangan tersangka juga disita uang sebanyak Rp 400.000, sebuah power bank, satu lembar kertas timah rokok warna kuning yang dijadikan sebagai pembungkus sabu-sabu. Kini pria kelahiran 6 Desember 1983 itu diamankan polisi untuk penyidikan lebih lanjut.

Salah seorang pemilik warung di depan rumah kos-kosan di Jalan Hasan Ramli RT 03/04 mengatakan dua orang nampak sedang menunggu Yd.

“Dia (Yd) kemudian datang, saat itu ada dua orang yang lagi nunggu. Tapi belum lagi berjumpa, polisi datang. Dua orang itu menghilang kabur. Tapi Yd tertangkap,” ujar NA, pemilik warung.

Ia ditangkap pada Kamis (12/1/2017) siang. Yd dikabarkan akan menjual narkoba jenis sabu. Namun pria tersebut tidak mengakui saat diinterogasi polisi.

“Iya polisi dapat bungkusan kecil aja di dalam parit. Dia buang ke parit, tapi ketemu sama polisi,” tambahnya.(mk/btm)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.