Anggaran Pendidikan Batam Diturunkan, Dewan Pertanyakan Kualitas Pendidikan

 

OK

MARWAHKEPRI.COM, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam menyoroti anggaran APBD 2017 dalam bidang pendidikan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mereka menilai pemerintah lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur ketimbang pendidikan.

Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna ketiga, Jumat (13/1/) di Gedung DPRD Kota Batam. Rapat paripurna ini beragendakan Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda APBD tahun 2017.

Mesrawati Tampubolon, Fraksi Partai Demokrat mengatakan kalau dana yang dianggarkan untuk pendidikan turun dari tahum sebelumnya, dan itu akan membuat mutu pendidikan kota Batam akan menurun.

“Untuk sekarang mutu pendidikan masih rendah, apalagi dikuranginya anggaran untuk pendidikan seperti sekarang” ungkap Mesrawati dalam menyampaikan pandangannya.

Selain itu, dia juga menyoroti peran pemerintah dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari distribusi parkir. Dia meminta pemerintah harus bersungguh-sungguh dalam pengelolaan parkir tersebut.

“Untuk kedepannya bagaimana Dishub akan mengatasi kebocoran lahan parkir” tanyanya.

Rohaizat, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan kalau setiap tahunnya pertumbuhan anak yang memasuki usia sekolah mencapai 20 persen. Sementara itu, dalam APBD 2017 tidak ada dimasukan anggaran untuk Ruang Kelas Baru (RKB).

“Bagaimana akan bersaing dari segi SDM, tiap tahunnya pertumbuhan anak usia sekolah mencapai 20 persen, dan RKB sendiri tidak masuk dalam anggaran APBD 2017” katanya. (putri)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.