Redam Ketegangan, Polri Komunikasi dengan GMBI dan FPI

06af7ae1-727b-4a8b-90f7-74c39cb9be40_34 copy

MARWAHKEPRI.COM,Jakarta – Polri melakukan upaya preventif guna meredam ketegangan antara Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan anggota Front Pembela Islam (FPI). Polri mengajak kedua pimpinan ormas melakukan komunikasi.

“Polri mengantisipasinya dengan melakukan tindakan preventif dengan menempatkan sejumlah petugas sekaligus berkomunikasi dan koordinasi dengan unsur pimpinan ormas terkait yang ada di daerah tersebut, sekaligus mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga agar situasi tetap dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dihubungi detikcom, Jumat (13/1/2017).

Polri meminta agar massa kedua ormas menahan diri, tidak melakukan aksi kekerasan atas perusakan. Masyarakat juga diminta tetap tenang, tidak terpengaruh kabar-kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

“Yang terpenting kepada pihak ormas, dimohon untuk tidak melakukan aksi kekerasan yang sifatnya dapat membahayakan keselamatan jiwa, rusaknya harta benda milik masyarakat. Mohon tidak terpancing dengan tindakan aksi-aksi tindakan provokasi yang mengarah kepada kekerasan,” imbuh Boy.

Boy memastikan Polri melakukan koordinasi dengan tokoh-tokoh yang ada di Bogor pascapembakaran markas GMBI di Kampung Tegal Waru RT 05/03 Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea.

“Terhadap kondisi yang ada saat ini kepolisian berupaya mengatasi dengan tokoh-tokoh yang ada di Bogor, termasuk di daerah lainnya, untuk tidak menjadikan masalah ini dapat menjadi masalah masyarakat,” tuturnya.Pembakaran markas GMBI di Bogor diduga karena informasi berkembangnya isu anggota FPI atas nama Syarief menjadi korban penusukan dan perusakan mobil akibat bentrok di Mapolda Jabar usai pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq, Kamis (12/1). Polisi kemudian menangkap 20 orang yang diduga sebagai pelaku.

“Diduga dilakukan oleh massa FPI Ciampea jemaah Majelis Arasyafat kurang lebih 150 orang dipimpin oleh H Basyit dari Ponpes At-Taqwa Cikampak Ciampea Bogor,” ungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, dalam keterangannya, Jumat (13/1).

Soal kabar adanya penusukan, pihak FPI membenarkan ada laskarnya yang ditusuk. Menurut Panglima FPI Maman Suryadi ada 5 orang yang mengalami luka serius dan dibawa ke rumah sakit.

“Ada memang (yang ditusuk), jadi korbannya begini, karena ini memang sudah massa gitu kan laskar kami yang korban juga sudah ada 5. Mobil kami yang dirusak juga ada, motor-motor kami juga,” kata Maman saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (13/1).
(mk/r/detik.com)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.