WADUH! Hanya Gara-gara Tak Dihubungi Lewat Ponsel, Pria Ini Pukul Pacarnya

perkelahian_20160804_204719

MARWAHKEPRI.COM, SURABAYA – Johan Natalia (27) harus berurusan dengan polisi.

Pemuda pengangguran tinggal di Jl PlosoSurabaya ini meganiaya DA (19) tidak lain adalah pacarnya.

Pasangan kekasih yang tinggal di Dukuh SetroSurabaya ini menjalin hubungan asmara enam bulan.

Pada awal-awal hubungan, mereka berdua masih baik-baik saja.

Begitu jalinan kasih sayang berjalan enam bulan, hubungan asmara mereka mulai ada masalah. Keduanya beberapa kali bertengkar.

Apalagi, tersangka Johan mencurigai kekasihnya itu menjalin hubungan dengan pria lain.

Kecuriagaan itu muncul, lantaran DA kerap berganti nomor handphone (HP).

“Kekasih saya (DA) beberapa kali ganti nomor HP, jadi sulit dihubungi. Ada informasi juga sering keluar bersama laki-laki, jadi saya kesal,” aku Johan.

Kekesalan tersangka Johan akhirnya memuncak pada Jumat (6/1/2017) lalu.

Dia akhirnya mengajak DA untuk bertemu dan menyelesaikan masalah yang terjadi.

Keduanya akhirnya janjian bertemu di depan salah satu minimarket Jl Ploso Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Johan mengaku memarahi DA yang sulit dihubungi dan dicurigai punya pacar selain dirinya. Tapi, DA membantah semua tuduhan itu.

“Saya marah dan emosi. Saya langsung memukul dia (DA) sebanyak empat kali, kena di tangan, badan dan dahi. Setelah itu saya pergi,” aku pemuda pengangguran ini.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami memar di dahi.

Tidak terima dengan perlakuan kasar tersangka, korban melapor ke Polsek Tambaksari.

Berbekal keterangan korban, petugas Unit Reskrim Polsek Tambaksari melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Korban diminta polisi untuk merayu tersangka supaya bertemu. Akhirnya disepakati keduanya bertemu di lokasi penganiayaan(depan minimarket Jl Ploso).

“Setelah tersangka menemui korban, petugas Opsnal Reskrim langsung menangkap tersangka. Selanjutnya tersangka kami bawa ke Polsek untuk penyidikan,” kata Kapolsek Tambaksari Kompol David Triyo Prasojo, Rabu (11/1/2017).

Kini tersangka Johan meringkuk di sel tahanan dan dijerat dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.(*)