Natuna Butuh Lebih Banyak “Pasokan” Dokter Spesialis

images (9)
Ilustrasi

Natuna (Marwahkepri.com) – Kabupaten Natuna notabenenya sebagai salah satu beranda terdepan NKRI, belum sepenuhnya mendapat perhatian dari Pemerintah pusat. Terutama di bidang kesehatan, selain fasilitas Rumah Sakit belum mumpuni, hal ini juga diperparah dengan minimnya dokter spesialis.

Bupati Natuna Hamid Rizal mengeluhkan kurangnya dokter spesialis dimiliki daerah ini. Apalagi letak geografis Natuna yang berada di daerah perbatasan, keberadaan dokter spesialis sangat dibutuhkan.

Demikian diutarakan Hamid saat memberikan sambutan di kegiatan penyerahan CSR bantuan kacamata baca kepada siswa sekolah dari PT. Astra Internasional Tbk yang juga dihadiri oleh Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan dan Perwakilan PMI pusat, Rabu (11/1).

Orang nomor satu di Natuna ini meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan agar mensuplai lebih banyak dokter spesialis ke Natuna.“Saya minta tolong kepada Kementerian Kesehatan untuk dapat mengirim dokter spesialis,” tegasnya.

Mendatangkan dokter spesialis untuk stay di Natuna, harus dibarengi dengan tunjangan cukup besar. Jika tidak, mereka tidak mau bertugas di daerah terpencil seperti Natuna.

Satu-satunya Rumah Sakit rujukan adalah RSUD Natuna, akan tetapi belum memiliki tenaga ahli untuk menangani penyakit khusus seperti, jantung, kanker, syaraf.

Perlu diketahui, RSUD Natuna hingga kini belum memiliki tenaga ahli untuk penyakit yang membutuhkan penanganan khusus seperti penyakit jantung, kanker dan syaraf. Al hasil, acap kali pasien harus di rujuk ke luar daerah.

Seluruh biaya rujukan bagi pasien yang menggunakan kartu jaminan kesehatan daerah (jamkesda), seluruh biaya pengobatan dan perawatannya di rumah sakit rujukan ditanggung oleh Pemkab Natuna.

Masyarakat berharap, kedepannya Natuna dapat memiliki dokter spesialis sendiri. Sehingga mereka tak perlu lagi dirujuk keluar daerah.(mk/nang/ch)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.