Dokter Senior Tersisih Dari Kabinet “BERHATI NYAMAN”

img_20170111_014441
dr Syamsu Rizal photo bersama dengan tokoh masyarakat

Natuna (Marwahkepri.com) – dr.Syamsu Rizal, Kepala Dinas Kesehatan Natuna periode Ilyas Sabli-Imalko, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karirnya di Negeri Bunda Tanah Melayu, setelah tersisih di era sang pemimpin baru.

Syamsu Rizal telah berkiprah puluhan tahun di Natuna, pengabdian dokter senior ini terhenti di tahun 2017. Diduga, ia menjadi korban politik, hingga tersingkir dan tidak masuk dalam skuad inti kabinet “Berhati Nyaman”.

Kini, ia akan melanjutkan pengabdian karirnya di Kabupaten Lingga, setelah dilantik Bupati Alias Wello menjadi Sekretaris sekaligus Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, pada akhir Desember lalu.

Banyak pihak menyayangkan, pria ini terpaksa meninggalkan Natuna karena tidak dapat kursi jabatan alias non job.Padahal, selain terkenal sebagai dokter senior, ia juga dikenal sebagai da’i (penceramah).

Syamsu Rizal dikenal sebagai pejabat yang low profil dan bijaksana selama mengabdi dan menjabat Kepala Dinas Kesehatan Natuna. Untuk mengenang masa tugasnya, digelar acara ucapan selamat jalan, di RM Sisi Basisir, Selasa (10/01).

Dengan mata berkaca-kaca, Syamsurizal mengaku sangat berat meninggalkan Natuna. Banyak kenangan suka duka selama bertugas di daerah terdepan NKRI ini.

Diceritakan, SK PNS nya keluar pada tahun 2000, sejauh ini sudah 16 tahun mengabdi untuk Natuna, bahkan sudah seperti tanah kelahirannya.

“Jadi paling berkesan disini, sebenarnya saya berat meninggalkan Natuna”, ucapnya.

Sebelumnya tidak pernah terpikir untuk dinas di Kabupaten Lingga. Ia berharap meskipun sudah bertugas disana, komunikasi dan persahabatan tidak pernah terputus.

Sementara itu mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli berharap, agar komunikasi dan hubungan silaturrahmi tidak terputus meskipun sudah tidak bertugas di Natuna.

Satu pesannya, dimanapun bertugas tunjukkanlah etos kerja yang tinggi. Seorang dokter dimanapun berada pasti bisa hidup, layaknya seorang ulama selalu dicari orang.

Pada kesempatan itu turut hadir sejumlah tokoh masyarakat, mantan anggota dewan, dokter dan seluruh staf Dinas Kesehatan Natuna.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.