Banyuwangi Surga Tersembunyi

20161227035329-wisatawan-melihat-blue-fire-atau-api-biru-di-dasar-kawah-gunung-ijen_20161227_111308

 

MARWAHKEPRI.COM, Banyuwangi – Tahun 2016 Banyuwangi Dikunjungi 3 Juta Wisatawan “Aroma of Heaven”, Film tentang Kopi Diputar di Banyuwangi Mengulang Perang Puputan di Rowo Bayu Banyuwangi. Berikut beberapa tujuan wisata di Banyuwangi.

1. Gunung Ijen

Belum berkunjung ke Banyuwangi, jika tidak mendaki Gunung Ijen yang memiliki pesona kawah yang berwarna kehijauan dan memiliki fenomena blue fire yang hanya ada dua di dunia yaitu di Gunung Ijen dan Islandia.

Hal tersebut yang membuat Gunung Ijen selalu didatangi oleh ratusan orang setiap harinya, bahkan jumlahnya mencapai ribuan saat libur panjang.

Untuk menuju ke Gunung Ijen cukup mudah. Pengunjung bisa mengendarai kendaraan pribadi atau sewa dari kota Banyuwangi sampai ke Paltuding, pemberhentian terakhir untuk memarkir kendaraan atau menginap mendirikan tenda.

Jika tidak mendirikan tenda, biasanya pengunjung berangkat tengah malam dari kota dan bisa melanjutkan perjalanan dengan trekking saat dini hari agar bisa melihat fenomena blue fire yang hanya bisa dilihat sebelum jam 05.00 WIB.

Normalnya pendakian baru dibuka pukul 01.00 dan ditutup jam 12.00 setelah menyaksikan blue fire dan menyaksikan sunrise pertama di Pulau Jawa, pengunjung bisa menikmati keindahan luar biasa dari kaldera Ijen yang berwarna hijau toska dan aktivitas penambang belerang.

Untuk persiapan pendakian, disarankan menggunakan sepatu yang nyaman untuk mendaki, baju hangat karena suhu di atas gunung mencapai 10 derajat celsius, menggunakan masker serta membawa tabung oksigen.

2. Bangsring Underwater

Buat pecinta laut, Bangsring Underwater adalah surganya. Terletak di utara kota Banyuwangi, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan bawah laut di kedalaman 50 sentimeter.

Selain itu aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah menanam terumbu karang bersama para nelayan, snorkeling, diving, berkunjung ke rumah apung untuk memberi makan ikan yang hidup bebas di lautan serta berenang bersama anakan ikan hiu di keramba yang dirawat oleh para nelayan.

Anakan ikan hiu yang dirawat biasanya tidak sengaja terjaring nelayan sehingga terluka dan butuh perawatan beberapa lama. Jika sudah pulih, maka anakan ikan hiu akan kembali dilepas lautan.

Bangsring Underwater adalah kawasan konservasi seluas 15 hektar yang dikelola oleh kelompok nelayan Samudra Bakti. Mereka memperbaiki terumbu karang di wilayah tersebut yang telah rusak karena pengeboman dan penangkapan ikan menggunakan potas.

Perbaikan dengan cara transplantasi terumbu karang dan melarang penangkapan ikan di wilayah konservasi.

Sejak konservasi dilakukan mulai tahun 2008, perubahan di wilayah perairan Bangsring sudah mulai terlihat di mana perilaku nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan, dan terumbu karang yang ditanam juga mulai tumbuh.

Dari Bangsring Underwater, pengunjung jika bisa berwisata ke Pulau Tabuhan, pulau tanpa penghuni yang memiliki pasir putih atau ke wisata mangrove yang dikelola secara mandiri oleh nelayan.

Jika berkunjung ke Bangsring Underwater disarankan untuk membawa kamera underwater, karena pemandangan bawah laut sayang jika tidak diabadikan.

Tidak perlu khawatir kelaparan karena di pantai tersebut juga banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman.

3. Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah berada di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran yang berjarak sekitar 67 kilometer dari kota Banyuwangi.

Akses jalan menuju ke Pulau Merah sangat baik dan bisa dilalui bus ataupun kendaraan pribadi lainnya.

Di Pantai Pulau Merah terdapat bukit kecil ditepi pantai setinggi sekitar 200 meter dan bisa diakses jika air laut sedang surut.

Selain itu bentangan pantai sepanjang 3 kilometer dengan pasir putih cocok untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati es kelama muda yang banyak dijual oleh masyarakat sekitar.

Disarankan waktu yang tepat berkunjung ke Pantai Pulau Merah adalah sore hari karena pemandangan saat matahari tenggelam begitu memesona. Warna merah saat senja di langit Pulau Merah sering dijadikan buruan para penggila fotografi landscape.

Bukan hanya itu, Pantai Pulau Merah mempunyai ombak dengan ketinggian kisaran 3 meter serta dasar pantai yang tidak memiliki banyak karang cocok untuk olah raga berselancar (surfing).

Tidak heran, jika berkunjung ke pantai Pulau Merah, pengunjung bisa melihat aksi para peselancar (surfer) yang sedang berselancar dan melakukan manuver di atas ombak.

Beberapa lomba surfing internasional juga pernah digelar di pantai yang memiliki khas payung merah di sepanjang pantai.

4. Teluk Ijo

Pantai ini adalah surga yang tersembunyi di Banyuwangi yang memiliki air laut jernih berwarna hijau toska, bukan biru seperti teluk lainnya.

Berada 90 kilometer dari pusat kota Banyuwangi tepatnya di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran dan masuk di wilayah Taman Nasional Meru Betiri.Untuk menuju ke Teluk Ijo, pengunjung memarkir kendaraan di desa nelayan di daerah Pantai Rajekwesi dan jika cuaca bagus bisa diantar oleh perahu nelayan menuju Teluk Ijo. Jika tidak, pengunjung bisa berjalan kaki melalui jalan setapak menembus hutan serta bukit yang curam dan berbatu.

Sebelum sampai ke Teluk Ijo, pengunjung harus berjuang melewati Pantai Batu, yaitu sebuah pantai dengan pasir yang tertutup bebatuan bulat dengan ukuran yang beragam menutupi pasir.

Masyarakat sekitar mempercayai batu batuan tersebut menutupi pasir tersebut sejak terjadi bencana tsunami pada tahun 1994. Pantai Batu dan Teluk Ijo hanya dipisahkan oleh tebing karang.

Teluk Ijo mempunyai pasir putih yang halus dan air yang jernih. Ketenangan di Teluk Ijo bena-benar bisa menghilangkan rasa penat dari rutinitas sehari-hari.

Pengunjung bisa berenang atau sekadar bersantai di sepanjang pantai. Jika ingin camping, pengunjung harus mendapatkan izin dari petugas Taman Nasional Meru Betiri.

4. Wisata Hutan Pinus

Untuk tempat wisata yang satu ini cocok untuk mereka yang suka selfie karena di tempat wisata yang tergolong baru di Kabupaten Banyuwangi banyak spot selfie seperti payung-payung dan lampion cantik yang digantung serta di antara pohon pinus.

Wisata pohon pinus berada di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Untuk menuju ke wisata hutan pinus, bisa dengan kendaraan pribadi roda empat ataupun roda dua.

Selain selfie, pengunjung bisa melakukan kegiatan alam bebas seperti berkuda, bersepeda, safari jeep, outbound, trekking menyusuri hutan pinus dan juga camping atau naik ke rumah pohon.

Jika hanya sekadar ingin santai, bisa juga menggelar tikar di antara deretan pohon pinus atau di bangku-bangku kayu yang disediakan pengelola sambil menikmati bekal makanan yang dibawa dari rumah serta ditemani dengan secangkir kopi dan teh hangat.

Hutan Pinus Songgon sendiri terletak kurang lebih 30 kilometer dari kota Banyuwangi dan sebelumnya hanya hamparan hutan pinus yang getahnya diambil secara rutin. Saat pohon pinus masih kecil, warga sekitar masih bisa melakukan tanam tumpangsari seperi menanam cabe, jahe dan jagung.

Namun setelah pohon pinus semakin tinggi masyarakat sudah tidak bisa lagi bercocok tanam sehingga muncul ide untuk memanfaatkan sebagai tempat wisata.

Untuk menuju ke Kabupaten Banyuwangi bisa melalui transportasi umum, baik jalur darat, udara atau pun laut.

Jika melalui jalur darat, banyak bus umum yang menuju arah Banyuwangi, ataupun kereta api tujuan Banyuwangi dan berhenti di Stasiun Banyuwangi Baru untuk melanjutkan perjalanan ke destinsi wisata yang ingin dikunjungi.

Jika menggunakan transportasi udara, tidak perlu khawatir karena sudah ada penerbangan yang melayani rute Surabaya-Banyuwangi dan Banyuwangi-Surabaya. Jika dari Bali, tidak membutuhkan waktu lama karena tinggal menyeberang menggunakan feri maka sampai di Banyuwangi Selamat berlibur. (mk/r/matakepri.com)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.