Kejari Natuna Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Irigasi Kelarik

c360_2017-01-09-12-57-39-368
Kajari Natuna Efrianto,SH di ruang kerjanya

Natuna (Marwahkepri) – Kajari Natuna Efrianto,SH mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan LSM NCW Natuna terkait dugaan korupsi pembangunan irigasi di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara.

Tindakan awal akan dilakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait dalam pembangunan irigasi tersebut. Pihaknya tidak bisa serta merta langsung melakukan pemanggilan terhadap pihak perusahaan.

“Ya memang ada laporan resmi ke kita masalah pembangunan irigasi di Kelarik. Poin informasi yang disampaikan adanya beberapa pekerjaan belum selesai oleh pihak rekanan”, ujar Efrianto di ruang kerjanya, Senin (09/01).

Pihaknya berterimakasih kepada NCW yang sudah melapor ke Kejari Natuna. Seterusnya akan diklarfikasi kepeda perusahaan terkait kebenaran informasi tersebut. Dalam waktu dekat ini tim Kejari akan turun ke lapangan untuk mengumpulkan data.

“Kemaren karena personil kita terbatas, tetapi dalam waktu dekat ini akan kita tinjau ke lokasi, saya juga sudah dapat informasi mengenai itu, tapi pengumpulan data dulu, tidak langsung pemanggilan”.

Sebelumnya LSM Natuna Coruption Watch (NCW) melaporkan dugaan korupsi pembangunan irigasi bendungan Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Natuna, ke Kejaksaan Negeri Natun pada tanggal 9 Desember 2016 bertepatan dengan hari anti korupsi.

Ketua NCW Wan Sanusi berharap, pembangunan irigasi di Kelarik itu cepat selesai agar bermanfaan bagi masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian. Sementara untuk dugaan korupsi pihaknya meminta aparat hukum cepat bertindak proses sesuai hukum berlaku.

Berdasarkan data yang dimiliki NCW proyek irigasi ini sudah berjalan sejak 10 tahun lalu dan akan ditender lanjutan. Sedangkan pekerjaan tahun 2016 tidak selesai tepat waktu, membuat proyek pembangunan irigasi ini sarat korupsi.

“kami menilai proyek ini, sarat dengan korupsi sebab sudah 10 tahun berjalan, tidak selesai, sementara anggaran terus dikucurkan setiap tahunnya dan selalu dimenangkan oleh kontraktor yang sama PT Benteng Indo Raya.

PT Benteng Indo Raya ini, terang Wan Sanusi sudah memenangi tender proyek irigasi di Kelarik sejak tahun 2013 sebesar Rp 10 milyar, tahun 2014 Rp 17 milyar, tahun 2015 Rp 20 milyar dan tahun 2016 sebesar Rp 25,279 milyar.

Khusus anggaran tahun 2016, NCW mencatat, anggaran yang sudah bergulir untuk proyek irigasi di Kelarik kabupaten Natuna sumber dana APBN tahun 2016, yang dikerjakan oleh PT Benteng Indo Raya nilai kontrak sebesar Rp. 25.279.000.000. dengan masa pengerjaan 270 hari. tanggal kontrak 6 Januari 2016 mulai pekerjaan 20 Januari 2016 sampai dengan bulan Oktober 2016 (sudah berakhir).

Sampai saat ini PT Benteng Indo Raya tidak bisa menyelesaikan pekerjaanya atau sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan. Atas kejadian tersebut NCW menilai negara telah dirugikan miliaran rupiah dan meminta aparat hukum untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan irigasi di Kelarik.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.