Diduga Tumpukan Balok Kayu di Batu Kacang Ilegal

Tumpukan Balok Kayu di Batu Kacang dekat Polres Lingga
Tumpukan Balok Kayu di Batu Kacang dekat Polres Lingga

Lingga, (Marwahkepri.com)- Tumpukan kayu yang disimpan dekat lokasi Polres Lingga, Batu Kacang Dabosingkep diduga ilegal dan terkesan mendapat perlindungan aparatur penegak hukum. Pasalnya, tumpukan kayu yang diduga kuat berasal dari hutan lindung kawasan gunung Muncung dan area pemakaman cina Batu Kacang terkesan aman-aman saja, terlebih dari sentuhan hukum.

Pantaun lapangan, kuat dugaan ilegal logging keberadaan tumpukan balok kayu tersebut yang disimpan dan seolah-olah mendapat perlindungan aparatur penegak hukum. Balok kayu yang banyak berjejer dipinggiran jalan kawasan pemakaman cina, Batu kacang lebih kurang 1 Km dari kantor Polres Lingga aman tersusun rapi dan siap diangkut ke Batam.

Ahang pemilik kayu ketika dikonfirmasi membenarkan sejumlah olahan kayu tersebut miliknya. Dia katakan balok kayu tersebut adalah olahan pohon durian dan bukan kayu dari area hutan lindung. Bahkan dia berani mengatakan dan siap dilapor dengan alasan legalitasnya lengkap. Namun saat pantaun kayu durian hanya sebagain saja guna mengelabui.

Ahang yang beralamat di Jl. Kantor Lurah Bukit Kapitan terkesan seakan mempunyai sokongan kuat dari penegak hukum, sebab dari pembicaraan via telpon tersebut ia merasa tidak bersalah dan mengakui dukumennya lengkap.

“Lapor saja agar saya ditangkap dan dipenjara,” sanggah ketika dikonfirmasi via telpon, Kamis (05/01/2017).

Sementara berdasarkan informasi dari salah seorang sumber yang duduk diperangkat desa Batu Kacang dan tidak mau namanya ditulis mangatakan pemilik kayu, Ahang sempat mendatangi kantor desa Batu Kacang pada Selasa (03/01/2017) dan menemui Kades untuk meminta bantuan membuat dukumen izin pengeluaran kayu miliknya.

Namun lanjut sumber tersebut, Kades Batu Kacang tidak berani membuat dokumen izin itu dikerena masih ragu akan legalitas sejumlah balok kayu tersebut.

“Ini sebagai bukti olahan pohon durian agar tidak dipersulit oleh pihak aparatur penegak hukum. Kades meragukan akan ligalitas kayu tersebut serta tidak mau berurusan jika tanpa sengaja tersandung kasus hukum nantinya,” kata sumber itu, Jum’at (06/01/2017). (MK/Zul)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.