Keuangan Perusda Natuna Tak Sehat, 80 Pegawai di PHK

18ilustrasi-phk
Ilustrasi

 

Natuna (Marwahkepri.com) – Perusahaan Daerah (Perusda) Natuna akhirnya melakukan perampingan dengan memberhentikan sekitar 80 pegawainya. Diduga kuat tindakan PHK besar-besaran ini diambil karena kondisi keuangan Perusda sedang tidak sehat.

Saat ini jumlah pegawai Perusda tinggal sekitar 20 orang saja, kinerja punggawanya selama ini dinilai tidak sesuai harapan. Al hasil belum mampu mandiri untuk mengelola dan mengoptimalkan segala potensi bisnis yang ada di Natuna.

Hingga saat ini Perusda Natuna masih “menetek” alias mengharapkan kucuran anggaran dari pemerintah Natuna, sehingga membebani keuangan daerah. Upaya perbaikan sedang dilakukan pasca berakhirnya masa jabatan Direktur sebelumnya.

Posisi Dirut Perusda saat ini diduduki pejabat eselon Pemkab Natuna, Ilham Kauli. Jabatan ini bersifat sementara, menunggu Direktur yang baru dipilih melalui seleksi terbuka.

Empat bulan terakhir, Ilham non job usai menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben). Namun ia ditunjuk sebagai Pelaksana tugas Direktur Perusda. Kendati beberapa hari lalu Ilham pun sudah dilantik lagi sebagai Kepala Dinas Kependudukan (Disduk), namun ia mengakui tetap punya tanggungjawab besar terkait penunjukan ini sebelumnya.

“Sedang berusaha membenahi ini. Saya bersyukur ditunjuk ke Perusda. Walau banyak yang bilang saya ditempatkan di “neraka” namun saya yakin banyak ilmu akan saya serap dalam beberapa waktu ke depan,” tukas Ilham, saat dijumpai di ruangannya, Kamis (05/01).

Kondisi keuangan Perusda Natuna, memang sedang tidak sehat. Namun menurutnya hal itu harus menjadi motivasi pembenahan agar lebih baik.

“Yang jelas perlahan kita harus bergerak. Yang perlu dipikirkan bagaimana mengurangi kecenderungan ketergantungan Perusda kepada Pemda dalam pendanaan. Aset yang ada harus dimaksimalkan hingga menjadi perusahaan yang benar-benar mandiri,” sebutnya.

Ilham mengatakan, pihaknya tengah menginventarisir semua aset-aset produktif milik Perusda, salah satunya pasar tradisional Ranai. Menariknya, perampingan secara ketat jumlah karyawan di Perusda pun sudah dilakukan. Menurutnya Perusda fokus ke kualitas bukan kuantitas

“Sebelumnya ada 100-an karyawan mulai dari tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Kini hanya tersisa 20-an. Kinerja jumlah karyawan yang ada tidak berbanding lurus dengan hasil yang dicapai. Makanya rampingkan dulu. Kita fokus ke kualitas saat ini,” terangnya.

Penyesuaian gaji dan pengurangan tunjangan juga terpaksa dilaksanakan Perusda sebagai langkah menyehatkan keuangannya yang sedang kronis ini. Pesangon untuk para karyawan yang diputus hubungan kerja pun tengah dicari solusi ditengah kemampuan anggaran yang kurang memadai.

Menurut Ilham, peluang-peluang lini bisnis yang dijalankan Perusda selama ini tidak maksimal.  Lini usaha lama bisa saja kembali dimunculkan semisal, perniagaan gas LPG, sektor pemecahan batu granit dan sebagainya. Bahkan ada rencana mengoperasikan kapal untuk tol laut.

“Setidaknya bagaimana kontribusi Perusda ini harus sangat dirasakan masyarakat. Kami ada rencana mengaktifkan juga kapal sebagai tol laut,” ujarnya.(mk/nang/net)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.