Supplier Apple Tolak Ajakan Pindah Produksi ke AS

apple

Marwahkepri.com – Donald Trump mengimbau Apple untuk memindahkan fasilitas produksi iPhone dari China ke Negara Adikuasa. CEO Apple Tim Cook agaknya masih menjajaki kemungkinan tersebut, tetapi rantai produksi iPhone sendiri mengindikasikan penolakan.

November lalu, sumber dalam menyebut Apple telah membujuk dua rekanan manufaktur utama iPhone di China untuk pindah ke AS. Keduanya adalah Foxconn dan Pegatron.

Kala itu Foxconn disebut masih mempertimbangkan, sementara Pegatron menolak mentah-mentah. Alasan Pegatron tak lain adalah biaya yang akan lebih mahal di AS.

Penolakan yang sama pun diumbar penyuplai komponen Apple lainnya, semisal Lens Technology di China. Lens Technology memproduksi material kaca pada tubuh iPhone.

Negara Tirai Bambu selama ini memang dikenal sebagai pusat penyuplai dan perakitan perangkat elektronik termurah di dunia. Apple pun secara konsisten memproduksi lini iPhone di sana.

Sementara itu, wacana pemindahan fasilitas produksi iPhone dari China ke AS sebenarnya sudah ada sejak 2011 lalu. Kala itu, Presiden AS non-aktif Barrack Obama tak mengharuskan, namun menanyakan apakah ada kemungkinan produksi iPhone dilakukan di AS.
Menurut Lens Technology, biaya pekerja di AS jauh lebih mahal, meski biaya listrik dan lahan di sana lebih murah. Selain itu, militansi pekerja di China lebih bisa diandalkan dengan jadwal kerja yang fleksibel.

Terakhir, penyuplai komponen iPhone yang berdomisili di Shenzhen, China Selatan, juga angkat bicara. Menurut dia, rantai produksi di China sudah sangat komplit, mulai dari penyuplai panel pelindung, modul lensa, panel sentuhan, PCB, baterai, hingga perakit.

Rantai produksi tersebut bisa merespons dan beradaptasi satu sama lain secara cepat. Misalnya saja, jika penyuplai A memesan komponen pencetak metal B di China, waktu yang dibutuhkan cuma 10 hari.

Beda halnya di AS yang bisa memakan waktu hingga sebulan. Setidaknya begitu menurut sang penyuplai asal Shenzhen yang enggan jika identitas spesifiknya disebutkan.

CEO Apple kala itu, Steve Jobs, secara tegas mengatakan kemungkinan itu tak ada. Jobs menjelaskan bahwa biaya produksi akan membengkak secara signifikan dan harga ritel iPhone tak bakal disanggupi target pasarnya.(mk/mun/k)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.