Tak Dijaga, Bangunan Kosong Milik Pengusaha Jadi Ajang Pemerkosaan?

98lokasi-pemerkosaan
Bangunan kosong lokasi SF pesta arak dan diperkosa. (Foto : BN)

Natuna (Marwahkepri.com) – Sebuah bangunan kosong tiga lantai di simpang tiga jalan Pramuka, Ranai, dijadikan sebagai lokasi pelampiasan nafsu bejat terhadap korban SF gadis belia 11 tahun, pada Jum’at lalu (23/12).

Diduga bangunan tersebut merupakan milik pengusaha asal Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Tidak adanya petugas penjagaan membuat aksi “pemerkosaan” itu berlangsung mulus.

Kapolres Natuna AKBP Charles P Sinaga melalui Kasat Reskrim AKP M Komarudin menceritakan kronologinya. Pada Jum’at dini hari itu, korban dijemput ke rumah oleh temannya AJ (17) sekitar pukul 01.00 WIB.

SF keluar rumah tanpa diketahui orang tuanya, lalu dibawa ke lantai 3 bangunan kosong tersebut. Ternyata disana sudah menunggu 3 orang teman AJ. Setelah berkumpul, mereka minum arak secara aplusan (minum bergantian), korban juga ikut minum tanpa dipaksa.

“Memang ceritanya teman kumpul, pertama di BBM dulu, lalu salah seorang menjemput korban, dan kabur dari rumah,  langsung dibawa ke TKP lantai tiga, setelah kumpul lalu mereka beli arak dan minum secara bergantian”, ujar Komarudin, Selasa (27/12) di Mapolres Natuna.

Dua putaran, lalu minuman pun habis, merasa kentang alias kena tanggung, minuman dibeli satu botol lagi. Karena merasa mabuk dan pusing, korban minta ditemanin buang air kecil ke lantai 2, lalu minta tolong dibukain celananya.

Teman korban yang setengah sadar lalu naik “speedo meter” nya dan timbul niat untuk menyetubuhi korban. Karena masih lemas dan terbaring, pakaiannya dilucuti hingga tinggal BH saja. Namun tidak jadi digauli karena timbul rasa takut.

Tidak lama kemudian, satu orang lagi turun dari lantai tiga, melihat korban dalam keadaan telanjang langsung naik “sepaning”. Bahkan sudah sempat mengambil posisi seperti layaknya suami istri berhubungan badan, namun tidak jadi dilakukan karena mister “P” nya tak bisa hidup.

“Satu orang lagi turun dari atas, melihat korban dalam keadaan telanjang, tinggal pakai BH saja, muncul lagi niat untuk berbuat, sudah dipegang kaki korban, namun tak jadi juga karena tercium bau muntah”.

Kemudian turun yang ketiga, inilah yang melakukan, melihat korban bugil, diciumin payudara perempuan itu, dan melakukannya.

Turun lagi satu orang tetapi tidak melakukan persetubuhan, dia hanya mengangkat dan mengenakan kembali pakaian korban.

Dari pemeriksaan sementara, dugaan pelaku pencabulan dilakukan oleh tiga remaja, AJ (17) DH (17) dan DHD (17). Sementara ZA (21) tidak terlibat.

Dalam kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur sambung AKP Komar, pihaknya harus jeli dan teliti dalam melakukan penyidikan, apalagi status pelaku dan korban masih anak-anak.

Hingga saat ini kata Komarudin, pihaknya belum mendapatkan hasil visum, tiga orang telah ditahan, semuanya dibawah umur. Sementara satu orang lagi tidak ditahan, hanya dikenakan wajib lapor.

Korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Pelaku bisa dikenakan pasal 81 ayat 1 dan atau 2. Junto 76 D dan atau pasal 82 ayat 1. Junto 76 E UU RI nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 junto UURI nomor 11 tahun 2012 tentang sisitem peradilan anak. Ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.