“Dugaan Aktifitas Ilegal Logging” Seorang Buruh Cidera Tak Dapat Tanggapan Dari Pengusaha

Aktifitas Memikul Balok-Balok Kayu Dari Sawah Desa Resang, Singkep Barat.
Aktifitas Memikul Balok-Balok Kayu Dari Sawah Desa Resang, Singkep Barat.

Lingga (Marwahkepri.com) –  Suhaidi (45), buruh angkat muat balok di sawah Resang mengalami cidera parah dibagian telinga kanan sehingga harus dilarikan ke RSU Dabo Singkep. Namun sampai saat ini, belum ada tanggapan serius dari pihak pengusaha yang diduga mengolah aktivitas kayu ilegal tersebut terhadap korban.

Dari pengakuan kakak korban, pada Rabu(14/12) kejadian bermula saat memanggul balok dia terpeleset dan terjatuh seketika itu balok menimpanya. Sementara posisinya berada dibelakang dua temannya. Beruntung balok yang jatuh  tidak menimpa kepalanya dan hanya mengalami cidera serius dibagian telinga kanan saja.

“hanya mengalami cidera serius dibagian telinga saja,'” ujar Tun kakak Suhaidi beberapa waktu lalu.

Tun menjelaskan balok yang dipikul korban berukuran minimal 7×7×16 m dengan beragam jenis kayu. Diketahuinya bagian daun telinga kanan yang cidera tersebut nyaris lepas sementara bagian dada kiri membiru sehingga Suhaidi harus di larikan kerumah sakit.

Setelah melalui tahap pemeriksaan oleh RSU Dabo namun pada keesokan hari Kamis (15/12), oleh pihak keluarga Suhaidi diberangkatkan ke RS TNI Angkatan Laut Tanjungpinang guna pemeriksaan intensif mengingat kondisi telinga yang semakin parah.

“Melihat kondisi Suhaidi yg mengalami luka serius ditelinga dan dada, saya meragukan sistim perawatan rumah sakit dabo yang serba kurang fasilitas pengobatannya dan meminta pada Edi adik saya juga  untuk segera membawa Suhaidi merujuk ke Tanjungpinang,” katanya.

Sementara sebagai kakak Tun merasa kecewa kepada pihak perusahaan sebab dari awal musibah yang menimpa adiknya sampai saat ini belum sama sekali menjenguk terlebih memberi bantuan.

“Jangankan memberi santunan ongkos perobatan , membesuk aja tidak ada sama sekali , sungguh tidak punya jiwa kemanusiaan  sesama manusia,” ungkapnya berang.

Tun sendiri sebenarnya mengetahui kalau pekerjaan buruh angkut balok yang dilakukan adiknya adalah milik pengusaha aktivitas ilegal. “Pekerjaan mereka itu melanggar hukum , jika memang adik saya ditelantarkan seperti ini kami akan melaporkan kejadian ini ke aparatur penegak hukum,” tutupnya. (mk/Zul)