Oknum Dewan Natuna Terancam 15 Tahun Penjara

img-20161221-wa0006
Konprensi pers di Mapolres Natuna

 

AH Mendekam di Polres Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Setelah pelimpahan dari Polres Natuna ke Polda Kepri, akhirnya kasus dugaan ausila oknum DPRD Natuna, atas tersangka AH dinyatakan P21 dan ditahan di Polres Natuna.

Atas kasus dugaan membawa kabur dan berhubungan badan dengan anak dibawah umur ini, tersangka AH menyerahkan diri.

Kasat Reskrim Polres Natuna, AKP M. Komarudin menyebutkan, dugaan perbuatan asusila yang dilakukan tersangka ada di beberapa tempat kejadian perkara (TKP), diantaranya di sebuah kebun di Batu Sisir dan sebuah rumah di Jalan Pattimura, hingga di Batam.

“Pada Maret 2015 lalu, Polres Natuna menerima laporan dari orangtua yang mengadukan kalau anak perempuannya berinisial NV tidak pulang,” papar Komarudin, Rabu (21/12).

Atas laporan tersebut, Polres Natuna menindaklanjuti dan memprosesnya. Akhirnya, NV dijumpai di Bandara Ranai pada 17 Maret 2015 lalu dan NV diketahui baru pulang dari Batam setelah dibawa oleh tersangka AH.

“Jadi NV dibawa tanpa sepengetahuan orang tuanya. NV menjadi korban persetubuhan di Kebun Batu Sisir dan Jalan Pattimura,” ujar Komarudin.

Dari hasil keterangan pihak medis atau hasil visum terhadap korban, dinyatakan alat reproduksi NV memang sudah beberapa kali terjadi persetubuhan.

“Kami sudah merampungkan penyidikan tahap satu. Jadi penyidikan sambil berjalan ini sudah langsung P21 (tahap 2). Kami akan serahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan. Sebelumnya, kami sudah memeriksa sebanyak 22 orang saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Natuna ini.

Selain itu, Polisi juga mengumpulkan barang bukti berupa tiket pesawat, 3 unit ponsel, sepatu, dan pakaian yang digunakan korban yang dibelikan oleh tersangka.

“Saat terjadi kasus ini, usia korban masih berumur 16 tahun,” ucap Komarudin.

Atas perbuatannya, Polisi menjerat tersangka AH dengan Pasal 81 ayat 2 dan Pasal 83 UU nomor 35 tahun 2014 dengan perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukumannya maksimal bisa 15 tahun penjara,” ujar Komarudin.

Sementara, dihubungi secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri, AKBP S Erlangga menyebutkan, tersangka oknum DPRD Natuna yang terlibat kasus dugaan asusila ditahan di Polres Natuna.(mk/met)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.