Harga Kedelai Impor Naik

kedelai

Marwahkepri.com – Harga kedelai impor asal Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sejak sebulan belakangan ini. Saat ini harganya dibanderol di kisaran Rp 7.300/kg, dari harga sebelumnya di kisaran Rp 6.800/kg.
Ketua Umum Gabungan Asosiasi Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin berujar, kenaikan harga kedelai impor tersebut tentu akan memukul industri tahu dan tempe rumahan.

“Jelas akan mempengaruhi harga tahu tempe. Karena bahan bakunya tempe atau tahu ya 100% kedelai. Memang sekarang kenaikannya masih bisa ditolerir, tapi trennya ini terus naik,” jelas Aip Rabu (21/20).

Ketua Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe (Kopti) Jawa Barat, Asep Nurdin, mengatakan para pengrajin tempe dan tahu memang mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor tersebut, namun tak bisa serta merta menaikkan harga tahu dan tempe. Menurutnya, pengrajin tempe dan tahu lebih memilih mengurangi takaran produksinya.

“Selama harga kedelai masih belum melewati Rp 8.000/kg masih bisa disiasati untuk menghindari rugi kita volumenya. Karena kalau menaikkan harganya itu nggak bisa, karena konsumen kita itu rata-rata masyarakat kecil,” kata Asep.

“Kalau naiknya tinggi sekali seperti dulu kita sampai demo. Jangan sampailah,” imbuhnya.

Kebutuhan kedelai dalam negeri sendiri setiap tahun sebesar 2,7 juta ton dan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sementara produksi kedelai dalam negeri berkisar sekitar 800.000 ton setahun dan kekurangannya dipenuhi dari impor. (mk/as/df)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.