Warga Sepempang Temukan Mayat Terapung Dibibir Pantai

img_20161216_232237
Penemuan mayat dibibir pantai

Natuna (Marwahkepri.com) – Warga desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, menemukan sesosok mayat pria terapung tidak jauh dari bibir pantai Tanjung Sulai, hari ini (16/12) sekitar pukul 16.30 WIB. 

Korban pertama kali ditemukan seorang ibu rumah tangga bernama Siti (40), saat membuang sampah di belakang rumahnya. Ia melihat jasad dalam keadaan telungkup terombang ambing arus laut dikedalaman setinggi pinggang orang dewasa, persis dibelakang rumahnya.

Siti lantas berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar. Selanjutnya mayat tersebut diangkat warga ke pinggir pantai.

Diketahui, pria tak bernyawa itu ternyata Suryanto alias Vito (28), anak kandung Ishak dan Rosinam, warga desa Cemaga Tengah, kecamatan Bunguran Selatan. Keseharian Vito tinggal bersama kerabatnya di desa Sepempang.

Ketua RT 001/RW 003 Tanjung Sulai, Hermanto menuturkan, Vito ditemukan mengambang diatas laut sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Kemudian warga ramai-ramai membopongnya ke pinggir pantai.

Meskipun Vito warga asli Tanjung Bayan, Cemaga Tengah, ia lebih sering tinggal bersama keluarganya di Sepempang. Pekerjaannya serabutan (tidak menentu), namun lebih sering ikut melaut memancing ikan.

“Keadaannya sendiri sudah lemas dan sedikit kaku. Pertama ditemukan warga sekitar jam 4.30, saat membuang sampah. Dia ini kerjanya tak tentu juga, kadang ikut memancing ikan tongkol, kaget juga tiba-tiba ditemukan sudah meninggal”, ujar Hermanto.

Jenazah Vito dibawa Polisi ke RSUD Natuna usai Shalat maghrib, sekitar pukul 18.10 WIB. Isak tangis keluarga dan rekan-rekannya kembali tumpah, saat dokter melakukan pemeriksaan.

Kepada Marwah Kepri, teman sekaligus keluarganya, Yusuf (37) menuturkan, pagi sekitar pukul 05.00 WIB, Vito bersama Suhaimi (20) berangkat memancing ikan tongkol menggunakan pompong. Kemudian kembali pulang sekitar pukul 15.00 WIB.

Rekan korban, Suhaimi yang masih syok karena kejadian ini, bercerita kepada Yusuf, Setiba pula mancing bersama Vito, ia mengajaknya makan siang, namun ajakan itu ditolak, lantas Vito keluar dari rumah tanpa menyebutkan hendak kemana.

Suhaimi mengira, Vito pergi main bola atau main bersama teman-temannya. Karenanya Ia langsung melanjutkan aktifitas menjual ikan hasil tangkapan mereka, tanpa mencari tahu Vito pergi kemana.

“Mereka kan udah pulang, lalu kawannya ngajak makan di rumahnya, tapi almarhum ini tak mau makan. Kemudian dia keluar rumah, tak bilang mau kemana”, ujar Yusuf menirukan bahasa Suhaimi.

Kakak kandung korban Sudiro, ketika melayat ke RSUD Natuna mengatakan, adiknya memang sering tinggal di Sepempang, jarang pulang ke rumah di Batu Bayan. Terakhir kali bertemu dengannya sekitar seminggu yang lalu.

Kata Sudiro, Vito merupakan anak ke 4 dari empat bersaudara. Adik bungsunya itu, memang punya riwayat penyakit gile babi (epilepsi), namun ia tidak menyangka Vito pergi begitu cepat.

Sementara itu, dr Ari mengatakan, dari hasil pemeriksaan secara fisik, diduga kuat korban memang meninggal karena tenggelam. Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Bukan visum, kita melakukan pemeriksaan secara fisik saja. Dicurigai meninggalnya karena tenggelam, soalnya ditemukan banyak cairan di paru-paru, kumudian ada cairan darah dari matanya. Ini biasanya ciri-ciri orang yang mati tenggelam”.

Ari tidak dapat memastikan sudah berapa lama korban mati tenggelam, prediksinya dibawah enam jam. Diduga, korban jatuh dan tenggelam karena epilepsinya kambuh, namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian.(Nang)