Pertamina Usulkan Harga Solar Naik Tahun Depan

spbu

Jakarta (Marwahkepri.com) – Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengusulkan agar harga solar naik pada tahun 2017.

Bambang menambahkan, kenaikan harga dipicu harga minyak dunia yang diperkirakan naik US$ 55-60 per barel tahun depan. Harga minyak dunia naik setelah organisasi negara eksportir minyak (OPEC) sepakat menurunkan produksi hingga 1,2 juta barel per hari (bph) di tahun depan.

“Naiknya mungkin sekitar Rp 500 per liter,” kata Bambang di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa, (13/12).

Pemicu lainnya ialah defisit subsidi yang dialami Pertamina. Sejak September, Bambang mengaku harga solar lebih tinggi dibandingkan besaran subsidi, namun Pertamina memutuskan tidak langsung menaikkan harga sejak defisit dikarenakan Pertamina masih memiliki untung dari solar. Namun keuntungan tersebut tidak bisa digunakan kembali tahun depan dikarenakan beda tahun pembukuan. Ia menambahkan, mengajukan kenaikan juga agar perusahaan mendapatkan untung sebesar 10 persen sesuai aturan yang berlaku.

Tanpa keuntungan tersebut, tahun depan, defisit Pertamina semakin melebar. ” Oktober kemarin solar harusnya naik. 1 Januari (2017) kami sudah defisit Rp 700/liter dengan harga Rp 5.150/liter, harga real-nya sudah di atas Rp 6.000/liter. Berani nggak pemerintah naikin?” ujarnya.

Meski solar akan naik, Bambang mengatakan, Premium dan Pertamax series tidak akan mengalami kenaikan terlalu tinggi. “Kalau solar pasti naiknya agak besar, beda dengan Premium dan Pertalite.”

Harga solar direncanakan naik pada 1 Oktober 2016 lalu. Namun harga solar, termasuk bahan bakar minyak lainnya, seperti minyak tanah dan Premium, batal berubah.(mk/as/tp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.