26 THM di Ranai Tidak Kantongi Surat Izin

rapat-pembentukan-tim-pembubaran-thm
Pembentukan Tim pembubaran THM 

Natuna (Marwahkepri.com) – Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Natuna, Syawal Saleh mengatakan, dari 30 Tempat Hiburan Malam (THM) terdata di wilayah Ranai dan sekitarnya, 26 THM diantaranya belum mengantongi surat izin. Sejauh ini baru 4 tempat usaha yang memiliki izin operasi.

Populasi usaha hiburan malam di kecamatan Bunguran Timur, mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 lalu hanya sekitar 20, namun pada tahun 2016 ini jumlahnya bertambah menjadi 29 THM.

Seiring sejalan, bukan hanya jumlah hiburan malam yang beranak binak dengan pesat, akan tetapi pekerja wanitanya juga ikut tumbuh subur. Tahun ini pekerja wanita di THM terdapat sebanyak 105 orang, tahun sebelumnya baru 93 orang.

“Kesimpulan kita, usaha THM di kecamatan Bunguran Timur meningkat tajam, tahun 2015 lalu jumlahnya 20 tempat usaha, menjadi 29 tempat usaha pada tahun 2016. Dan pekerja wanita pada tahun 2015 sebanyak 93 orang, menjadi 105 orang pada tahun 2016”, ujar Syawal di kantor Bupati Natuna, Kamis (8/12).

Dirincikannya data-data THM berdasarkan lokasi, dimana di Jalan Dewi Sartika-Air Kolek terdapat 1 THM, 2 THM di Jalan Hang Tuah-Air Lakon, 5 THM di Padang Tengah, 6 THM di Batu Kapal, 4 THM di Puak, dan 12 THM di Puja Sera 36-Senubing. Sementara itu, status kependudukan pemilik THM 5 warga lokal, 22 non lokal, 2 lokal dan non lokal.

Berikut nama-nama THM berdasarkan lokasinya :

Jalan Dewi Sartika-Air Kolek : Kafe MAK’E
Jalan Hang Tuah-Air Lakon : Bless Family Karaoke, Champion Karaoke.
Padang Tengah : Warung Ujung/Ayu, Cafe Bunga, Cafe Kak Emi, Warung Selvia, Warung Ayu.
Batu Kapal RT 001 RW 002 Ranai : Karpet Biru, Cafe Rani, Cafe Monggo Mas, Blizt Karaoke, Cafe Idola, dan Green Karaoke.
Daerah Puak : Cafe Tingkat, Dragon, Cafe Adelia, Cafe Rosi.
Pujasera 36-Senubing : Cafe Ampera Pujasera 3G, Cafe Aditya, Cafe Pak Ning, Cafe Bintang Kejora, Cafe Amper, Cafe Vivi, Cafe Monster, Cafe Bedue, Pondok ARMFI, Bintang pagi, Warung Ijal, dan Warung Mardi.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Tukino menyampaikan, selama ini penertiban THM tak berizin sudah dilakukan. Pihaknya tidak berdaya dan cukup kuat untuk melakukan pembubaran, karena masing-masing THM ada yang membekingi.

“Mungkin perlu juga saya sampaikan disini, selama ini bukannya kita tidak mau menertibkan. Tetapi kita tidak cukup kuat, karena masing-masing dibekingi oknum aparat, mudah-mudahan dengan terbentuknya Tim ini kita bisa bergerak sama-sama”.

Menurut Bupati Natuna Hamid Rizal, seharusnya persoalan ini bisa disampaikan dan dikoordinasikan. Tetapi terpenting Satpol PP harus pro aktif dilapangan, jangan sampai usahanya sudah menjamur baru bertindak.

“Persoalan ini kan bisa disampaikan dan dikoordinasikan, maka dari itu harus pro aktif, ketika ada orang mau bikin usaha kita datangi, sebelum mulai kita harus aktif, ini kurang menghayati tugas namanya, kedepan jangan seperti itu lagi”.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.