Perawat Magang Bakal Diangkat Jadi Honor Daerah

img_20161210_124440
Pengukuhan pengurus Perawat Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Angin segar berhembus menerpa Perawat Natuna yang masih berstatus magang. Pasalnya, tidak lama lagi bakalan diangkat menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan pemerintah kabupaten Natuna. 

Demikian janji Bupati Natuna Hamid Rizal kepada perawat, pada malam pengukuhan DPD Persatuan Perawat Republik Indonesia (PPNI) Natuna periode 2015-2020, di RM Sisi Basisir, Jum’at (9/12).

Menurut Hamid, pengangkatan perawat magang menjadi PTT merupakan bentuk apresiasi atas segala perjuangan tanpa lelah. Apalagi pendapatan mereka terbilang sangat minim selama ini.

“Saya sangat senang mendengarnya, Dengan segala perjuangan siap megabdi walaupun dengan pendapatan minim. Saya sudah bilang kepada kepala dinas, yang magang ini mau di PTT kan saja”.

Hamid tidak mau berlama-lama, SK pengangkatan akan ia ditandatangani dalam minggu ini, apabila semua data dan berkasnya diserahkan kepala dinas kesehatan.

“Saya ingin memberikan sedikit penyegaran, bahwa SK magang perawat ditukar saja dengan SK PTT. Tak perlu kerja lama-lama, kalau siap malam ini saya teken juga, bekerja itu harus cepat”.

Hamid mengimbau, paling lambat minggu depan segala berkas dan kelengkapan datanya harus siap. Sehingga bisa direalisasikan secepatnya.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Natuna ini juga akan menggunakan dana operasionalnya untuk mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) perawat yang belum dikeluarkan pusat.

“Kalau ada kendala apapun sampaikan kepada saya melalui ketua DPD. Buat program dan ajukan, sekarang tidak ada lagi bansos kasih duit tunai”.

Sementara itu, ketua DPD PPNI Natuna Nasri mengapresiasi bupati, pihaknya akan menunggu realisasi janji dan kebijakan orang nomor satu itu.

Secara keseluruhan jumlah perawat di Natuna 308 orang bekerja di RSUD dan Puskesmas. Statusnya ada yang PNS, PTT dan magang. Perawat berstatus magang jumlahnya lebih kurang 40 orang.

Berbeda dengan PTT, perawat menyandang status magang pendapatannya sangat minim, karena tidak punya gaji tetap setiap bulan. Selama ini mereka bertahan dari pemabagian jasa pelayanan.

“Sebenarnya data seluruh perawat termasuk yang magang, sudah ada di Dinkes dan RSUD. kita tinggal mendorong saja bagaimana supaya data ini segera diserahkan kepada pak Bupati”.

Persoalan lainnya, dari jumlah keseluruhan perawat, baru 30 persen yang sudah mengantongi STR. Sebagian lainnya sedang dalam pengurusan di pusat.

Untuk mendapat STR, perawat harus mengikuti ujian kompetensi. Prosesnya melalui MTKP provinsi baru dilajutkan ke MTKI pusat.

Pengurus DPD PPNI Natuna dikukuhkan oleh Sekretaris DPW PPNI Kepri Sam Syawaludin. Pengukuhan terlambat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.

“Seharusnya tahun kemarin, namun karena tidak ada anggaran makanya dilaksanakan tahun ini. Ini kita patungan juga”, ujar Nasri.(Nang)