Natuna “RunnerUp” Penderita HIV Tertinggi di Kepri

images-3
dr. Faisal, M.Kes

Natuna (Marwahkepri.com) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna dr. Faisal mengatakan, penularan penyakit HIV/AIDS di Natuna tumbuh subur. Setiap tahun ada saja pasien penderita penyakit tanpa penawar ini ditemukan pihak Rumah Sakit maupun Puskesmas. 

Dengan jumlah penduduk tidak terlalu banyak dan daerah yang belum terlalu maju, keadaan ini tentunya sangat menghawatirkan. Apalagi Natuna menduduki peringkat kedua jumlah penderita HIV terbanyak di Provinsi Kepulauan Riau.

“Sebenarnya yang lebih tepat menjelaskan ini adalah Dinas Kesehatan. Tapi memang tidak bisa kita pungkiri penyakit HIV sudah didaerah ini, bahkan kondisinya sangat menghawatirkan”, ujar dr. Faisal di kantor Bupati Natuna, Kamis (8/12).

Lanjut Faisal, setiap tahunnya ditemukan puluhan penderita HIV, untuk tahun 2016 ini telah ditemukan sebanyak 15 orang. Sedangkan jumlah keseluruhan penderita yang masih hidup sebanyak 80 orang.

Kebanyakan pasien penderita HIV tidak menyadari kalau dirinya telah terjangkit penyakit mematikan. Dari pemeriksaan lanjutan, barulah petugas mengetahui jenis penyakitnya.

Saat ini Puskesmas pun sudah bisa dideteksi apakah pasien tertular HIV atau tidak. Biasanya pemeriksaan dilkakukan melalui klinik VCT, namun tidak bisa diumumkan siapa saja penderitanya, karena akan melanggar hak Asasi Manusia (HAM).

“Jumlah keseluruhan penderita HIV ada 80 orang, itu yang masih hidup. Sedangkan yang sudah meninggal jumlahnya belasan. Jadi pak Bupati, pada prinsipnya HIV sudah ada di Natuna”.

Kalau sejak dini diketahui, pasien pengidap HIV kemungkinan besar masih bisa ditolong. Hanya saja, kesadaran pasien untuk memeriksakan diri masih rendah, karenanya kasus yang dijumpai sudah dalam kondisi tertular tingkat tinggi.

“Sebenarnya kalau dari awalnya diketahui masih bisa ditolong pak, kami juga minta kepada pimpinan vertikal, sebenarnya kadang kita jumpa ada oknum anghota, tapi untuk melaporkan keatasan rasanya sangat berat”.

Sementara itu katanya, keberadaan KPAD di Natuna langkahnya cukup terbatas. Mereka hanya aktif bergerak ketika ada anggaran.

Kasdim 0318 Natuna, Mayor Oki Fikriansyah mengatakan, jika ada oknum anggota yang positif mengidap HIV, sebaiknya diberitahukan saja kepada pimpinan tertinggi di daerah.

Caranya dengan menyurati bersifat sangat rahasia, hanya pimpiman yang mengetahuinya. Dengan demikian, pimpinan bisa mengambil langkah perlakuan terbaik kepada penderita.

“Kami harap kalau memang ada data, tolong agar disurati kepada Dandim. Biar nanti akan disampaikan langsung kepada bersangkutan. Karena apa, supaya kedepan kita juga tau langkah langkah yang diambil, sehingga penderita tidak merasa dikucilkan”.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.