Daik Expo 2016 Segera Dibuka

fb_img_1481001395215

Lingga (Marwahkepri.com) – Dalam rangka menyambut tahun baru Masehi 2017 Nofa Entertainment bekerja sama dengan beberapa komunitas lainnya berencana akan menggelar Daik Expo 2016 pada tanggal 24 – 31 Desember mendatang di stadion Sultan Mahmud Riayatsyah, Daik Lingga.

Wawan, Manager Nofa Entertainment sekaligus Ketua Panitia dalam pergelaran tersebut mengatakan  asumsi dana yang akan dipakai sebanyak Rp 140 juta, bersumber dari dana swadaya.

“Kita rencana turun tanggal 20 nanti untuk mengeset lapangan. Untuk sementara ini kita lagi mempromosikan,” ucap Wawan yang ketika dikonfirmasi sedang berada di Jakarta, Rabu (07/12).

Beragam kegiatan rencananya akan diadakan pada Daik Expo 2016, seperti pameran kreatif seni, parade band, teater tradisional dan modern, puisi, syair dan pantun. Kegiatan ini juga akan menyediakan kuliner khas Daik, menampilkan joget dangkong,  klinik musik, doorprize, fotografi, freestyle sepeda motor, pasar rakyat, permainan rakyat, permainan anak-anak, fashion show, serta ada agenda pendakian gunung daek sebelum menuju malam puncak tahun baru 2017.

“Untuk pendakian gunung kita ada peserta dari Malaysia, Singapore dan Jakarta yang akan dipandu oleh KePAL,” katanya.

Sementara untuk stand akan disediakan secara gratis bagi siapa saja, baik perorangan maupun komunitas yang akan menampilkan produk kreatif. Dan dalam teknisnya akan disusun secara homogen pada satu titik.

“Nanti kita akan buat blok dan diisi makanan khas pada satu titik, pasar rakyat pada satu titik. Jadi, pengunjung mudah apabila ingin berbelanja,” sambungnya.

Dengan terselenggaranya rencana pegelaran ini nanti, dia berharap pemerintah lebih jeli dan mampu dalam menampung ide-ide kreatif pemuda daerah. Apapun profesi dan bidangnya semua berperan dalam memajukan daerah.

Menurutnya, dilingkungan pemerintahan sebagai harapan awal penyedia anggaran lebih mensupport agar mampu menciptakan beragam kegiatan demi tersalurnya bakat dan kreatifitas pemuda daerah. Hal ini juga dipandang akan membawa dampak kemajuan daerah meski tidak begitu signifikan.

“Kalau pemerintah bahu membahu demi berbuat untuk daerah, sebenarnya kita dengan ide dan sebagai pelaku seni tujuannya sama berbuat untuk daerah, baik itu seni tradisional maupun modern. Kalau pentas-pentas ini ada, pemuda kita yang punya kreatifas dan bakat dapat setidaknya menyalurkannya sebagai tahap awal menuju ajang yang lebih besar, sementara masyarkat juga merasa terhibur dengan adanya hiburan,” tutupnya. (mk/arpa)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.