Tersangka Pembunuh Wiwin Terancam Hukuman Semur Hidup

polres-natuna-saat-menggelar-pres-release-pengungkapan-kasus-pembunuhan-sadis-foto-kalit
Konfrensi perss di Mapolres Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Kepolisian Resor (Polres) Natuna mengungkap tersangka dan motif kasus pembunuhan Wiwin (30), wanita beranak satu yang terjadi belum lama ini di Batu Kapal, Ranai. 

Kapolres Natuna AKBP Charles P Sinaga melalui Wakapolres Kompol Joko Priyatno didampingi Kasat Reskrim AKP M Komarudin menyampaikan, tersangka pembunuh Wiwin tidak lain adalah suaminya sendiri KH (36).

Tersangka Kh berasal dari Selat Panjang, Riau, tega menghabisinya nyawa istrinya, diduga karena unsur permasalahan keluarga (cemburu) dan sakit hati karena dikatain miskin oleh korban Wiwin.

Polisi berhasil menangkap tersangka Kh dalam waktu 2×24 jam. Kemudian berhasil mengumpulkan barang bukti seperti pakaian, broti, pisau dan parang yang digunakan untuk membunuh korban. Korban dipastikan warga Sungai Ulu, kecamatan Bunguran Timur.

“Tersangka berinisial KH ini warga Selat Panjang. Pada jumpa pers ini, tersangka kita hadirkan beserta alat bukti berupa parang, pisau, broti dan pakaian korban. Korban WW diketahui warga Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna,” ucap Kompol Joko Priyatno, Rabu (7/12) di Mapolres Natuna.

Menurut Wakapolres, tersangka Kh dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara, dan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

“Motif pembunuhan yang diduga dilakukan tersangka KH yakni cemburu dan tersangka sakit hati terhadap korban WW karena selalu dihina miskin. Bahkan korban tidak mau diajak nikah secara resmi (hanya nikah sirih). Tersangka juga cemburu karena korban selingkuh,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres AKP Komarudin menambahkan, kronologis dugaan pembunuhan yang dilakukan tersangka yakni sebelum membunuh korban, tersangka dan korban terlibat dalam perkelahian di pondok tempat mereka tinggal yang tidak jauh dari tempat korban WW ditemukan tewas.

“Tersangka KH menusukkan pisau ke dada korban WW secara bertubi – tubi, namun masih bisa berlari keluar dari pondok tersebut. Kemudian, tersangka KH memukul kepala korban dengan broti hingga terkapar,” katanya.

Meski korban telah terkapar, tidak membuat tersangka berhenti sampai disitu, dan kembali menghabisi korban dengan menggunakan sebilah parang tajam yang diambil tersangka dari salah satu rumah warga sekitar. Dengan parang itu, tersangka menghabisi korban dengan sadis.

“Kemudian, tersangka KH sempat melarikan diri selama 2 x 24 jam dan bersembunyi diatas pohon tanpa makan dan hanya minum air rawa,” ucap AKP Komarudin.

Namun, akhirnya tersangka berhasil ditangkap di Tegul Tebing tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, ketika hendak ditangkap, tersangka berusaha melakukan perlawanan, sehingga Polisi memberikan timah panas di kakinya. Hingga kini, tersangka KH masih ditahan di Polres Natuna, belum ada pihak keluarga yang mengunjungi tersangka.

Sementara itu, Polres Natuna telah memanggil delapan orang saksi dan alat buktinya sudah lengkap dan akan segera dikirim untuk proses hukum lebih lanjut.(Nang)