Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

c360_2016-11-29-14-57-07-763
Ibu kandung korban, Dasimah

Natuna (Marwahkepri.com) – Meski anaknya meninggal secara mengenaskan, ibu kandung Wiwin, Dasimah (65) mengaku sudah ikhlas atas kepergian anaknya menghadap sang Ilahi. Terkait penegakan hukum, ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum. 

Kendati demikian, raut wajah sedih wanita renta itu tak bisa disembunyikan. Ia berharap agar penegakan hukum berlaku seadil-adilnya, bahkan kalau bisa pelaku keji yang menghilangkan nyawa anaknya dihukum seberat-beratnya.

“mau diapakan gek, kami keluarga sudah ikhlas atas kepergian Wiwin. Pelakunya bisa diungkap dan dihukum seberat-beratnya”.

Dasimah menuturkan, Wiwin merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Ia tidak punya pirasat apa-apa sebelum kejadian mengerikan itu menimpa anaknya.

Tragedi maghrib berdarah itu ia ketahui dari adiknya, Dasimah syok berat ketika pertama kali melihat kondisi mengenaskan Wiwin tewas di Batu Kapal.

“dia anak ke enam, tapi dari suami saya yang kedua, kita tunggu otopsi dulu baru dibawa untuk dimakamkan di Mahligai, yang berbuat harus bertanggung jawab”, ujar Dasimah di ruang jenazah RSUD natuna, Selasa (29/11).

Menurutnya, Wiwin dan Khaerul sudah mengarungi bahtera rumah tangga selam lebih kurang 5 tahun. Perkenalan mereka hanya lewat tukaran nomor telpon seluler.

Kini Wiwin sudah dipanggil yang maha kuasa, meninggalkan seorang anak perempuan bernama Tasya (4), sekarang dititipkan di rumah kakak kandungnya.

Tersangka Khaerul sudah ditangkap polisi pada Rabu (30/11). Khaerul bersembunyi si sebuah pondok kebun milik warga di daerah Ranai Darat. (Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.