Pelaku Pembunuhan Sadis Dibekuk Polisi di Bukit Tinggi

88tersangka-pembunuh-istri-karimun
Polisi giring tersangka pembunuhan

Natuna (Marwahkepri.com) – Tim gabungan aparat Kepolisian Resort Natuna akhirnya berhasil membekuk Khaerul (36) pelaku pembunuhan sadis terhadap Wiwin (30) merupakan istrinya sendiri. Penangkapan dilakukan hari ini (30/11) di daerah Bukit Tinggi, Kelurahan Ranai Darat.

Setelah mengumpulkan informasi dan melakukan pelacakan, akhirnya aparat mengetahui keberadaan pria kelahiran Tanjung Gadai ini. Khaerul ditemukan disebuah pondok kebun milik warga,  tidak jauh dari hutan.

Saat hendak ditangkap, Khaerul sempat melakukan perlawanan, hingga Polisi terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas.

Kapolres Natuna AKBP Charles P Sinaga melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Komarudin mengatakan, keberadaan pelaku diketahui berkat informasi dari masyarakat, yang mengatakan bahwa pria mirip Khaerul pernah bekerja di kebun milik keluarganya belum lama ini.

Berkat informasi tersebut, petugas langsung bergerak menelusurinya. Benar saja, pria yang menjadi incaran aparat ini ternyata sedang berada di pondok tersebut, sempat berusaha kabur ketika mengetahui kedatangan polisi.

“Kami mendapat informasi bahwa bersangkutan pernah bekerja disana sebagai tukang bersih kebun. Setelah ditelusuri memang dia bersembunyi di pondok kebun itu”, ujar Kamarudin.

Dari daerah yang biasa disebut bukit tinggi oleh warga Ranai itu, Khairul dibawa ke RSUD Natuna untuk mendapatkan perawatan karena terkena tembakan petugas. Kemudian digiring ke Mapolres Natuna untuk dimintai keterangan terkait pembunuhan yang terjadi pada hari Senin (28/11), Batu Kapal,  Ranai.

Dalam penangkapan tersebut, bercak darah menempel dipakaian Khairul, yang diduga berasal dari aksi pembunuhan terhadap sang istri. Sebelumnya, kecurigaan polisi terhadapnya sangat besar, karena ditemukan barang bukti berupa identitas dan topi tepat dilokasi Wiwin tewas terkapar.

Dalam pelariannya, pria asal Tanjung Balai Karimun ini diduga mengalami kelaparan. Apalagi musim hujan yang melanda Ranai dan sekitarnya, ditambah lagi tanpa bekal dan alat komunikasi, membuatnya tidak bertahan lama dalam persembunyian.

Kasus ini sedang ditangani dan didalami polisi, apakah ada unsur pembunuhan berencana atau tidak. Dari sana nantinya akan ditentukan pasal-pasal untuk menjerat Khaerul. (Nang) 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.