Warga Batu Kapal Temukan Perempuan Mati Mengenaskan

img_20161129_033348Natuna (Marwahkepri.com) – Sesosok perempuan ditemukan tewas tak bernyawa di daerah Batu Kapal, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada hari ini (28/11) sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian ini sontak membuat warga Ranai sekitarnya geger berdatangan untuk menyaksikan langsung ke Tempat Kejadian Perkara.

Korban diketahui bernama Wiwin (30) merupakan warga dusun Mahligai, desa Sungai Ulu.
Keseharinnya bekerja sebagai pemecah batu, tinggal bersama suami dan seorang anak perempuannya
berusia 4 tahun. Pembunuhan Wiwin tergolong sadis, karena mengalami tusukan pada bagian perut,
bekas bacok diwajah dan tangan, paling mengerikan leher korban juga digorok dari bagian
belakang hingga nyaris putus.

Jazad korban ditemukan tergeletak didepan sebuah pondok, saat Marwahkepri ke lapangan sekitar
pukul 18.40 WIB, lokasi sudah dipasang Police line. Polisi tidak mengizinkan melintas karena
sedang melakukan identifikasi, akhirnya mayat dibawa ke RSUD Natuna untuk pemeriksaan lebih
lanjut.

Saksi mata RT 02 Batu Batu Kapal Suharto menuturkan, sore itu ia baru pulang shalat magrib di
mushalla, warganya bernama vita melapor bahwa mendengar suara gaduh dibelakang rumah tepatnya
beberapa saat sebelum magrib, namun karena ketakutan tidak berani untuk melihat apa sebenarnya
yang terjadi.

Mendapat laporan ini, Suharto bersama sekitar lima orang datang untuk melihat ada kejadian apa,
namun begitu sampai di TKP, suara gaduh sudah tidak ada lagi. Yang dilihat hanya sosok mayat
tergeletak bersimbah darah tak bernyawa.

Dari hasil pantauannya, leher korban terdapat luka parah hampir putus, ada tusukan benda tajam
dibagian perut dan usus keluar. Kemudian juga ada luka-luka lain dibagian muka seperti
dihantam, serta beberapa luka lain ditangan.

Melihat kejadian ini, ia mengambil inisiatif untuk menghubungi pihak kepolisian, setelah itu
tidak lama kemudian petugas dari Mapolres Natuna datang ke lokasi untuk memasang identifikasi
dan memasang garis polisi.

“saya taunya habis pulang shalat magrib dari mushalla, vita ngasih tau sebelum magrib dia
mendengar suara ribut seperti orang berkelahi di belakang. Tadinya dia mau ke rumah ibunya di
belakang, tapi karena mendengar suara gaduh itu dia jadi takut, dan ta ditengok kesana”.

Suharto tidak mengetahui secara persis korban warga dari mana, karena tidak pernah melapor
kepadanya selaku RT. Akan tetapi informasi yang ia dapat korban merupakan warga desa Sungai
Ulu, yang bekerja sebagai pemecah batu.

Saksi lain Broto mengatakan, pertama kalinya melihat kejadian ia bersama Suharto, didapati
korban memang sudah tergeletak ditanah. Tetapi ia hanya melihat dari jarak sekitar 15 meter.
Penuturan warga sekitar kepadanya, sebelumnya anak korban juga berada di TKP, namun setelah
kejadian tidak tahu pergi kemana, begitu juga dengan suaminya. Ia khawatir terjadi apa-apa
kepada sang anak.

“saya lihat memang sudah terlentang di tanah, dari jarak lebih kurang sekitar 15 meter, saya
tidak melihat langsung luka apa saja ditubuhnya. Tapi ini penting juga di cari pak, tadi kata
orang sini ada anakanya, sekarang tidak tahu dimana”, ujar Broto.

Ibu kandung korban sempat datang ke lokasi untuk memastikan apakah benar itu anak kandungnya,
melihat kondisi korban, perempuan paruh baya itu hampir jatuh pingsan, melihat anaknya
meninggal secara mengenaskan.

Kasat Reskrim Mapolres Natuna AKP.Komaruddin mengatakan, saat ini pihaknya baru melakukan
penyelidikan, kronologis sebenarnya belum dapat dipastikan. Tim nya turun kelapangan untuk
melakukan olah TKP.

Pada leher korban memang ada luka berat seperti potongan hampir putus, namun belum diketahui
pasti senjata tajam yang digunakan. Informasi ini diketahui berkat laporan dari salah satu
warga.

“kita mendapat laporan dari warga, makanya kita bergerak langsung kesana, kronologisnya belum
diketahui secara pasti. Tetepai pada leher dan diperut”.(Nang)