Jalan Menuju Desa Mekar Jaya Memperihatinkan, Pemerintah Jangan Tutup Mata

kondisi-jalan-menuju-sebuton-mekar-jaya
Kondisi jalan ke  Sebuton, desa Mekar Jaya

Natuna (Marwahkepri.com) – Jalan menuju desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, kondisinya sangat memperihatinkan karena belum tersentuh pembangunan. Selain itu, akses menuju pemukiman masyarakat ini juga semakin diperparah dengan banyaknya tanjakan dan turunan curam.

Hal ini terpantau, ketika Marwahkepri mengikuti kunjungan kerja Wakil Bupati Natuna Ngesti
Yuni Suprapti, dalam rangka meninjau proyek pembangunan pelantar rakyat, di dusun Sebuton, desa Mekar Jaya, minggu lalu (19/11).

Untuk melewati jalanan tersebut, bahkan kenderaan yang ditumpangi wartawan sempat berhenti
beberapa kali karena dikhawatirkan terperosot masuk jurang. Karenanya, rombongan wartawan paling bontot sampai ditujuan.

Kondisi jalan belum mendapat sentuhan pembangunan, akan sangat membahayakan bagi masyarakat desa yang melintas. Apalagi saat ini Natuna sedang dilanda musim utara, curah hujan tinggi akan membuat jalan semakin licin, sewaktu-waktu dapat mengacam pengendara.

Masyarakat desa Mekar Jaya, kuhususnya dusun Sebuton sangat mengharapkan adanya perhatian dan solusi dari pemerintah kabupaten Natuna. Meskipun masyarakat sudah terbiasa, karena kondisi
jalan rusak sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam.

Menanggapi persoalan ini, Wabup Ngesti mengatakan, salah satu tujuan kunjungan kerjanya adalah
untuk memantau langsung kondisi masyarakat, termasuk meninjau akses jalan dan jembatan menuju
perkampungan. Semua aspirasi masyarakat yang diterimanya akan disampaikan kepada Bupati Natuna.

Ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum bagaimana target ke depan terkait permasalahan jalan dan jembatan di daerah itu. Diakuinya kondisi jalan memang sangat memperihatinkan terlebih lagi jalanan ini dilalui anak sekolah.

“Ya itulah makanya kita turun, terutama masalah jembatan, dana sudah saya koordinasikan dengan
PU mudah-mudahan ini akan ada solusi, setelah ini akan ditanya lagi ke PU targetnya bagaiman
kedepan”.

Kita memang kasihan, itu untuk anak-anak sekolah, kemarin katanya juga ada permasalahan karena
mereka lewatnya dari jalan tadi ke Sebuton itu. Kemudian ada kendaraan yang bawa ardek sampai
jatuh terguling, ujarnya lagi.

Sebenarnya kata Ngesti, ada akses lain melalui jirannya desa Pian Tengah, tetapi saat ini sedang dalam pengerjaan jalan, tidak mungkin untuk dilalui. Kalau sudah selesai, tinggal memperbaiki jalan menuju Sebuton saja.

“ini kan akhirnya membahayakan dan merugikan, ada jalan yang harusnya tadi membantu masyarkat
justru meresahkan. Tapi kalau jalan dari Piang Tengah sudah selesai tidak ada masalah lagi, tinggal bagaimana kedepan kita memperbaiki jalan ke Sebuton tadi”.

Menurutnya, pemerintah daerah juga tidak memungkin menganggarkan perbaikan jalan melalui APBD tahun 2017. Tetapi apabila masih non status, bisa mengejar bola ke kementarian, karena kondisinya mendesak untuk diperbaiki.

“Statusnya belum tau, nanti akan saya kroscek ke Pian Tengah, tetapi kalau non status bisa kita
kejar ke kementerian, makanya kita ingin dinas-dinas ini rutinlah kesana, kalau tidak rajin ke
kementerian bagaimana mau dapat, karena harus bersaing dengan kabupaten kota yang lain.(Nang)