Dana CSR Diprioritaskan Untuk Bangun Daerah Hinterland

wabup-tinjau-pembangunan-pelantar-rakyat-di-sebuton
Peninjauan pelantar rakyat di Sebuton

Natuna (Marwahkepri.com) – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti meninjau proyek pembangunan pelantar rakyat, di Dusun Sebuton, Desa Mekar Jaya, kecamatan Bunguran Barat, Sabtu lalu (19/11). Pembangunan pelantar ini terwujud berkat program Community Sosial Responsibility (CSR) tahun 2016.

Pada kesempatan itu, Wabup didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Wahyu Nugroho, Kadis Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertambangan dan Energi, dan Camat Bunguran Barat Asmara Juana Suhardi.

Pembangunan pelantar rakyat adalah bagian dari Tanggung Jawab Sosial (TJS) oleh KKKS migas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Natuna. Tepatnya dibangun di RT 05/RW 2 Desa Mekar Jaya, dengan volume 2,5 x 90 meter.

Pelantar dikerjakan Unit Pelaksana Kegiatan dengan masa kerja salama 90 hari. Adapun sumber dananya dari Consorsium KKKS Migas, dengan anggaran sebesar Rp 400.000.000,- (Empat ratus juta rupiah).

Wabup Ngesti mengatakan, dari hasil pantauannya dilapangan pada hari itu, bangunan yang bersumber dari dana CSR setakat ini sudah mulai bagus. Ada keinginan dari CSR untuk menjadikan Sebuton sebagai daerah binaan.

Kedepan paling utama, pihaknya tetap akan konsen mengarahkan dana CSR ini untuk membangun daerah-daerah hinterland di kabupaten Natuna. Disamping itu, akan dibicarakan juga supaya CSR ini bisa diarahkan ke beasiswa, karena daerah ini masih memerlukan pendukung untuk pendidikan.

“Jadi ini saya lihat bangunannya sudah mulai bagus, dana CSR ini yang pertama memang kita membantu daerah hinterland dulu lah. Kemudian kita juga ingin berbicara dengan CSR untuk beasiswa, karena kita perlu pendukung untuk pendidikan, mereka juga biasanya konsen kesitu”.

Terkait dengan Pertembangan dan Migas, sudah keluar edaran bahwa kewenangan pertambangan ditarik ke provonsi, namun Migas masih masuk ke wilayah kabupaten. Nantinya migas tidak bagian dari dinas lagi, tetapi menjadi Bagian di sekretariat daerah.

“Jadi seperti untuk mengusulkan dana CSR dan dana lain-lain yang berhubungan dengan migas masih masuk ke wilayah kita. Nanti akan berbentuk bagian di Sekretariat, dari pada hilang sama sekali”.

Selain pembangunan pelantar rakyat di Mekar Jaya, pada tahun 2016 ini juga terdapat sejumlah proyek lainnya di Natuna bersumber dari dana CSR SKK Migas dan KKKS migas, seperti pembangunan semenisasi dan tembok laut di pantai Kencana, Ranai (lanjutan tahun 2015) dengan volume 184 x 5 meter.

Pengadaan dan pemasangan PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) sebanyak 15 unit dengan Lokpri sekitar wilayah kecematan Bunguran Timur dan Bunguran Timur Laut. Diantaranya di Tamabatan perahu Batu hitam 2 unit, Tambatan perahu pasar Ranai 2 unit, Tambatan perahu Jemengan 2 unit, Tambatan perahu Pering 2 unit, Tambatan perahu Sepempang 2 unit, Tambatan perahu Tanjung 3 unit, dan Tambatan perahu Kelanga 2 unit.

Sejak tahun 2013 – 2016, program CSR terus bergulir menjangkau berbagai daerah di Natuna, sedikitnya terdapat 15 program kegiatan bersumber dari dana CSR SKK migas dan KKKS migas yang beroperasi di wilayah Natuna.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.