PLN Pusat Siap Luncurkan Pembangkit Listrik Berkapasitas 5 MW

survey-lahan-di-penarik-bersama-manager-pln
Wabup Survey lahan di Penarik

Natuna (Marwahkepri.com) – PLN pusat berencana akan meluncurkan pembangkit listrik berkapasitas 5 mega watt untuk mengantisipasi kebutuhan listrik terhadap mega proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan Terpadu di Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, yang dijadwalkan rampung akhir tahun 2017 mendatang.

Saat ini pusat telah meminta kepada PLN Ranai agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah perihal ketersediaan lahan. untuk itu Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suparapti bersama pihak PLN melakukan survey lahan di daerah Penarik, pada Sabtu (19/11).

Menurut Wabup Ngesti Yuni Suprapti, keperluan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik tersebut dibutuhkan sekitar 2 hektar. Karena itu pemerintah daerah harus memikirkan dimana lokasi yang cocok dan tidak telalu jauh dari Selat Lampa.

“Jadi PLN Pusat dengan melihat kondisi Pelabuhan Perikanan Terpadu di Selat Lampa, yang akan memerlukan listrik untuk cold storage dan pengolahan ikan lainnya, mereka akan membangun listrik disini dalam rangka mengantisipasi itu”.

Lokasi lahan diserahkan kepada daerah, karena pembebasannya akan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah sepenuhnya. Lahan di daerah Penarik merupakan lahan warga dan bersatus HPL, hal ini juga akan menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Bersama dengan pihak PLN dan DKP, hasil survey lahan ini akan disampaikan kepada bupati, jika sudah ada kesepakatan, maka akan dibangun pembangkit listrik sekitar 5 MW, untuk wilayah Selat Lampa dan sekitarnya.

“Survey lahan itu oleh pemerintah daerah, makanya kita sama-sama untuk melihat kondisinya, karena lahannya ini nanti pembebasannya dibebankan kepada pemerintah daerah. Lahan yang didaerah Penarik itu adalah milik warga, tentu akan menjadi pertimbangan bagi kita”.

Terkait pembangkit listrik tersebut, sejauh ini Ngesti belum dapat memastikan apakah nantinya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) atau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Terpenting, pemerintah daerah harus segera menentukan lokasi lahan, jangan sampai ketika akan dibangun nantinya belum ada persiapan.

Besar kemungkinan PLN Ranai juga akan dialihkan kesana sebagai pengembangan, apalagi seiring waktu kota Ranai akan semakin padat, keberadaan PLN di tengah kota dinilai tidak Representatif lagi.

“Yang dua hektar nanti itu bisa saja untuk pengembangan, apabila PLN di Ranai dialihkan kesana, karena kota Ranai nantinya akan semakin padat, tidak representatif lagi berada di tengah kota”.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.