Ngesti Apresiasi Koperasi Nelayan Perbatasan

wabup-lihat-mesin-pembangkit-listrik
Kunjungan Wabup ke Koperasi KNP-MUU

Natuna (Marwahkepri.com) – Percepatan pembangunan melalui 5 pilar dicanangkan pusat terhadap kabupaten Natuna sebagai beranda terdepan NKRI, kini mulai membuahkan hasil positif. Dengan luas wilayah lautan 99,25 persen, perikanan tangkap menjadi salah satu primadona bagi masyarakat untuk meningkatkan pundi-pundi ekonomi.

Tidak tanggung-tanggung, guna meningkatkan taraf hidup masyarakat Natuna melalui bidang perikanan, saat ini tengah dibangun pelabuhan perikanan terpadu di Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, diperkirakan akan rampung pengerjaannya pada akhir tahun 2017 mendatang.

Peluang emas ini tidak disia-siakan masyarakat, bermuculan kelompok dan koperasi nelayan pasca program pusat digulirkan. Bahkan salah satu koperasi nelayan yang berdomisili di desa Cemaga Tengah, kecamatan Bunguran Selatan, kedepan digadang-gadang bakal menjadi percontohan koperasi nelayan.

Namanya adalah Koperasi Nelayan Perbatasan Mutiara Ujung Utara (KNP-MUU), berdiri sejak bulan Maret tahun 2016. Koperasi ini didirikan berkat keinginan kuat untuk maju oleh nelayan Kecamatan Bunguran Selatan, Bunguran Timur dan Bunguran Timur Laut.

Perwakilan nelayan, Musalim mengatakan, terdapat sedikitnya 92 anggota dan 17 KUB yang tergabung didalam koperasi tersebut. Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan dikelola dengan baik, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup para nelayan.

Banyak bantuan akan diterima koperasi melalui KKP, seperti ice plak berkapasitas 1,5 ton, alat tangkap berupa jaring, 36 unit kapal mulai dari 3-30 GT, dan sejumlah bantuan lainnya. Pengelolaannya akan melibatkan dua pelaksana, bekerjasama dengan Perindo, KUB dan Dinas Kelautan dan Perikanan Natuna.

Namun demikian, Koperasi ini tidak hanya berpangku tangan, beberapa fasilitas pendukung dibangun secara swadaya. Kedepan, ibu-ibu nelayan juga akan turut serta berpartisipasi mengolah hasil tangkapan.

“Apa yang bisa dikerjakan kita kerjakan, sekarang ada gudang swadaya koperasi, nanti akan kita libatkan ibu-ibu untuk membuat ikan salai, ditargetkan pada bulan desember ini kita sudah bisa produksi”.

Koperasi ini tidak hanya akan menjual ikan tangkapan melalui Perindo, namun hasil tangkapan juga bakal diolah menjadi ikan asap, fillet ikan dan surimi. Direncakana, ikan fillet dan surimi dipasarkan ke Pontianak, Batam dan Tanjungpinang, sedangkan ikan salai berpotensi dipasarkan ke Surabaya, Jawa Timur.

“Akhir tahun ini sudah banyak bantuan yang kita terima, pelatihan-pelatihan yang dilakukan DKP kita ikuti semua, mudah-mudahan ini bisa berjalan”, ujar Musalim, di Sekretariat Koperasi, Sabtu (19/11).

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti ketika berkunjung kesana, bahkan mengapresiasi Koperasi nelayan ini. Menurutnya, jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tidak menutup kemungkinan akan menjadi percontohan koperasi nelayan Natuna.

Karena mendapat bantuan luar biasa dari KKP, hendaknya dikelola dengan baik sehingga menghasilkan sesuai harapan. Jangan sampai bantuan tersebut mangkrak seperti bantuan-bantuan nelayan sebelumnya.

“Tentunya tidak menutup kemungkinan, ikan ini bisa ditampung dan dijual kepada perusahaan di selat lampa. Menjalankan kegiatan ini jangan sampai apa yang sudah kita dapatkan menjadi mangkrak”.

Kedepan, modal menjadi masalah penting dalam menjalankan roda koperasi ini, sehingga dapat memaksimalkan seluruh bantuan yang didapatkan. Dari itu perlu adanya simpanan wajib dan pokok, aturan permodalan berupa iuran dari anggota harus dijalankan.

Disamping itu, terpenting lagi adalah masalah SDM, akan menjadi percuma punya peralatan canggih tetapi ilmunya kurang. Untuk itu kata Ngesti perlu adanya pelatihan bagaimana untuk menjalankan kapal, sehingga tidak kalah bersaing dengan daerah lain.

Lanjut Ngesti, dengan 17 KUB dan 36 unit kapal kalau dijalankan dengan benar, maka hasilnya akan berlimpah ruah. Untuk itu perlu adanya managemen pengelolaan, agar supaya hasil tangkapan tersebut tidak terbuang sia-sia.

“Saya apresiasi, secara swadaya membuat bangunan untuk tempat menyalai ikan, mungkin nanti tidak hanya menyalai lewat pembakaran tetapi melalui alat modern. Makanya harus di manage dengan baik gambaran halangan mengolah ikan tersebut”.

Ngesti berpesan, atas bantuan-bantuan yang telah didapatkan jangan sampai disia-siakan, untuk kemajuan bersama harus bekerja secara profesional. Dengan bekerja keras, apa yang dicita-citakan akan terwujud.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Natuna Wahyu Nugroho, eks Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Chaidir Char, dan sejumlah tamu undangan lainnya.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.