Cari Obat Lebih Susah Ketimbang Cari Emas

18112016
Obat resep dokter

Natuna (Marwahkepri.com) – Masyarakat Kabupaten Natuna yang nota bene nya sebagai beranda terdepan NKRI, ternyata sampai hari ini belum sepenuhnya “merdeka”, khususnya dibidang kesehatan. Pasalnya, warga sering kali mengalami kesulitan untuk mendapatkan obat jenis tertentu.

Entah ada unsur permainan atau tidak ?, bahkan di RSUD Natuna sendiri sebagai rumah sakit rujukan, sering kali
terdaji kehabisan stok obat. Al hasil, pasien disarankan untuk mencari dan menebus obat di Apotik-apotik yang ada
di Ranai.

Maidawati (50) warga Sedanau, kecamatan Bunguran Barat, belum lama ini menjalani operasi katarak di RSUD
Natuna. Hari ini Jumat ( 18/11 ), ia kembali ke RSUD untuk pemeriksaan lanjutan (kontrol) sesuai dengan anjuran
dokter, namun sayangnya dokter yang memeriksa matanya bukan lagi dokter sebelumnya.

Masalah baru muncul ketika sudah menjalani pemeriksaan, sang dokter dalam resepnya menulis obat Cendo litters (obat tetes). Begitu hendak mengambil obat, bagian farmasi mengatakan kalau obat tersebut habis, dan menyarankan agar mencari obat di apotik sekitar Ranai.

“katanya obat ini habis, disuruh cari di apotik”, ujar Maidawati ketika hendak pulang dari RSUD.

Maida berharap obat tersebut bisa dibeli diapotik, karena ia berencana pulang ke Sedanau hari Sabtu (19/11). Namun, harapan itu pudar, puas keliling mencari obat ke seluruh apotik di Ranai, ternyata semua apotik mengaku obat tersebut sudah lama kosong.

“bagaimana ni, masa semua apotik juga tidak ada, karena besok saya harus pulang ke Sedanau. Lebih susah pula dari pada cari emas”, ujarnya dengan raut wajah kecewa.

Kemungkinan katanya, pulang ke Sedanau terpaksa ditunda dulu, karena harus memesan obat melalui saudaranya di Batam. Sementara hari ini tidak ada pesat dari dan menuju ke Natuna.

Ini fakta, gambaran bahwa masyarakat masih sering kesulitan mencari obat, itu baru obat tetes mata, bagaimana  dengan jenis obat lain yang urgensinya lebih fatal. Hendaknya ini menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Kesehatan dan RSUD.(Nang)