Sebab Molor Pembayaran Kredit, Pihak CV.Asli Motor Sita Motor Nasabah ?

showroom-yamaha-dabo-singkepLingga, (MK) – Seorang warga Dabo mengesalkan prilaku pihak Dialer Yamaha Asli Motor Dabo Singkep hingga harus membuat laporan kepihak hukum. Pasalnya tanpa sepengetahuan, sebagai nasabah yang diberikan kepercayaan, motor miliknya disita pihak Dialer Yahama Asli Motor, Minggu (06/11).

Saat dikonfirmasi warga Dabo yang beralamat di gang Hijau Daun dengan inisial “D” tersebut mengaku panik ketika tahu motor Yamaha Matik miliknya yang biasa diparkirkan di halaman depan rumah hilang.

“Kejadian bermula kamis pagi tanggal 20/10/16 , hari itu saya bangun agak siang hampir jam 9.00 pagi. Bebar-benar saya sangat terkejut, begitu buka pintu depan ternyata  honda yamaha metik saya tak ada ditempat biasa di parkir , tak tau siapa yang membawanya aneh bagi saya berani betol yang pakai honda saya main bawa aja tanpa minta izin dulu,” ungkapnya menceritakan kronologis kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam kepanikan itu lanjutnya datang tetangga menghampiri dan menjelaskan bahwa motor miliknya telah diambil pihak Dialer Yamaha Asli Motor. “Tetangga dekat rumah datang memberi tahu kalau honda saya bukan hilang, tetapi tadi sekitar jam 8.30 ada orang cina yang datang  membawa honda itu , tetapi dia tidak kenal siapa,” tuturnya.

Setelah mengetahui kabar tersebut dia mengakui sedikit tenang. Menurutnya pihak Dialer Yamaha Asli Motor mengambil kebijakan ini karena tunggakannya atas motor tersebut molor selama 3 bulan.  Namun kekesalannya muncul sebab dari pihak Dialer Yamaha Asli Motor melakukan penarikan motor tersebut tanpa konfirmasi kepadanya.

“Saya mengakui memang saya ada tunggakan di dialer sebanyak 3 bulan.
Tapi bukan begini caranya mereka memperlakukan saya main ambil tanpa sepengetahuan saya selaku pihak yang diberi kepercayaan penguasaan terhadap honda tersebut , dan ini jelas kalau mereka  (pihak dialer) telah melakukan tindak pidana pencurian sekaligus perampokan,” jelasnya.

Dengan kejadian ini, dia telah membuat laporan ke pihak Kepolisian untuk dapat membantu menyelesaikan masalahnya. “Semoga Kepolisian segera menindak secara tegas pihak dialer. Sepengetahuan saya , jika ada pelanggan atau nasabah yang menunggak seperti saya ini pihak dialer tidak berhak sekaligus berwenang  melakukan penarikan atau penyitaan karena semua ini ada aturan dan undang-undang yang mengatur tentang penarikan,” bebernya.

Dengan begitu menurutnya yang berhak melakukan penarikan atau penyitaan terhadap barang-barang milik nasabah dengan dasar keterlambatan dalam iuran bulanan adalah pihak hukum yakni kepolisian degan membawa surat perintah penarikan dari hasil proses hukum persidangan.

Sekalipun salah, dia katakan tetap tidak terima atas perlakuan pihak Dialer Yamaha Asli Motor. Dengan berdasarkan undang-undang sebagaimana ditetapkan oleh menteri perekonomian dalam undang – undang perdagangan no.22 tahun 1999 perihal  pengkriditan, pihak Dialer Yamaha Asli Motor tidak mengikuti prusedur aturan pidunsial tentang pengkriditan.

“Bukan seperti kejadian sekarang ini bertindak semaunya aja dengan cara menakut-nakuti nasabah. Jika pihak nasabah terlambat membayar maka dilakukan penarikan oleh pihak dialer dengan ancaman kepolisian.
Sementara , kita sama-sama tau selama ini pihak dialer motor khususnya dabo membuat aturan sesuka mereka main tarik saja setiap nasabah yang berhalangan membayar (terlewat dari tanggal yang disepakati) tanpa mengindahkan aturan yang sudah ditetapkan berdasarkan undang-undang dimana yang berhak melakukan penarikan sebenarnya adalah pihak kepolisian itupun setelah dilakukan proses sidang dengan membawa surat sp2 (surat perintah penarikan),” lanjutnya.

“Maka itu saya benar-benar berharap pada badan penegak hukum khususnya pihak kepolisian di wilayah kerja Kabupaten Lingga untuk melakukan proses hukum sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku karena kuat dugaan bahwa pihak dialer motor di dabo ini ilegal perijinan usahannya,” tutupnya (Zulkarnain).