Polri Resmi Tetapkan Ahok Jadi Tersangka Penistaan Agama

o_1b170mgdg1ij8301uj7hb717vqa
Photo : Suara.com

Jakarta (Marwahkepri.com) – Hari ini Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka penistaan agama, terkait Surat Almaidah ayat 51.

Seperti dilansir dari portal Suara.com, Kabareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan, penetapan Ahok sebagai tersangka setelah diskusi penyelidik dicapai kesepakatan, tidak bulan tetapi perkara harus dilakukan pradilan terbuka. Proses penyelidikan akan ditingkatkan menjadi penyidikan dengan menetapkan Ahok sebagai tersangka.

“Setelah diskusi penyelidik dicapai kesepakatan, tidak bulat namun perkara ini harus dilakukan ke peradilan terbuka. Proses penyelidikan ini akan ditingkatkan menjadi penyidikan dengan menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka,” kata Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11).

Menurut Ari, penyidik juga akan menyalurkan surat penyidikan dan akan melakukan upaya cehag terhadap Ahok untuk tidak meninggalkan wilayah RI. Dalam peningkatan status dalam kasus Ahok menjadi tahap penyidikan, polisi nantinya juga akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait penanganan berkas perkara.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Ahok diduga telah melanggar Pasal 156 a KUHP Tentang Penodaan Agama terkait ucapan kontroversialnya terkait surat Al Maidah ayat 51.

Sementara itu Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menilai demonstrasi lanjutan yang rencananya dilakukan pada 25 November tak perlu dilakukan lagi. Mengingat, tuntutan agar Ahok diproses hukum sudah dijalankan dengan baik oleh Polri.

“Ya sementara enggak usahlah, energi besar, energi umat khususnya, disimpanlah,” kata Din di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/11/2016), dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Din, energi umat sudah seharusnya dialihkan ke kegiatan lain. Karena kasus sudah berjalan dan status tersangka sudah ditetapkan kepada pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu. Sehingga lebih baik, kata Din, energi masyarakat dilakukan untuk mengawal kasus ini.(mk/net)