85 Pejabat Natuna Duduki Jabatan Baru

img_1767
Suasana pelantikan 85 pejabat Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Bupati Natuna Hamid Rizal melantik sebanyak 85 pejabat Natuna untuk menduduki jabatan baru hari ini (7/11) di gedung Sri Serindit, Ranai. Pelantikan ini merupakan bentuk penyegaran di lingkungan pemerintah kabupaten Natuna, pada gelombang pertama ini pejabat dilantik terdiri dari selon II, III dan IV
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Natuna nomor : 121/BKD/2016 tentang pengangkatan dan pemindahan Pegawai Negeri Sipil, ditetapkan di Ranai tanggal 07 November 2016. Adapun pejabat eselon II dipindahkan sebanyak 11 orang, eselon III 29 orang dan pejabat eselon IV sebanyak 45 orang.

Adapun pejabat eselon II yang dilantik hari ini diataranya Tasrif, sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPKAD Natuna dimutasi Jadi Asisten Pemerintahan Setda Natuna Eselon II B, Abdullah sebelumnya kepala BKD dipindahkan sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Natuna eselon II B, Izwar Aspawi sebelumnya sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan dimutasi Asisten Ekonomi Setda Natuna eselon II B.

Marzuki, sebelumnya sebagai Sekretaris Dewan dilantik jadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusai eselon II B, Yacob Ismail sebelumnya menduduki Asisten Pemerintah kini dilantik jadi Staf Ahli bidang Pemerintahan setda Natuna Eselon II B, Mokhtaruddin sebelumnya sebagai Kepala Dispenda Natuna dimutasi jadi Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan.

Nazarufi, Staf Ahli bidang hukum dan politik dilanjtik menjadi Sekretaris DPRD Natuna eselon II B, Chaidir Char jabatan sebelumnya Kadis Perindag Natuna digeser jadi Kadis Kehutanan dan Perkebunan eselon II B, Basri jabatan lama Asisten Administrasi setda Natuna kembali diangkat jadi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Wan Siswandi jabatan lama sebagai Kadis perhubungan Komunikasi dan Informatika sekarang menduduki jabatan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Natuna.

Bupati Hamid Rizal mengatakan, pejabat yang baru saja dilantik harus bekerja secara benar, serius dan profesional. Jabatan ini adalah amanah, jangan sampai menyalahgunakan wewenang jabatan dan memperkaya diri sendiri.

“saya minta kepada saudara-saudara, mari kita bekerja dengan benar, serius, jangan bengkok-bengkok, jangan pungli karena sekarang ini ada istilah sapu bersih. Jaga amanah yang diberikan ini sebaik-baiknya”.

Pegawai merupakan abdi masyarakat, karenanya jangan sampai memperlambat dan mempersulit urusan masyarakat dengan indikasi meminta imbalan. Hamid berjanji akan langsung mencopot oknum pegawai apabila diketahui melakukan pungutan liar.

“apabila ada urusan yang bersentuhan dengan masyarakat, jangan coba-coba memperlambat dan mempersulit dengan indikasi minta imbalan. Bagi saya idak ada toleransi, kalau kedapatan akan saya copot”, ancam Hamid.

Untuk itu bekerjalah sesuai dengan fungsi masing-masing, apalagi mengingat Natuna hanya punya waktu satu bulan lagi untuk menyusun APBD murni 2017. Pelantikan ini juga bagian dari penilaian mampu atau tidaknya pegawai bekerja untuk menyusun APBD.

Penyusunan APBD tepat waktu sangatlah penting, sanksi dari pemerintah pusat sudah jelas, jika pengesahan APBD mengalami keterlambatan maka daerah akan dipinalti. Dana transfer dari pusat bisa dipotong hingga 50 persen.

Mutasi jabatan gelombang kedua akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang, setelah SOTK baru Natuna sudah resmi digulirkan. Pelantikan kali ini masih mengacu kepada SOTK lama.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.