Lanud Ranai Ganti Nama Menjadi Lanud Raden Sadjad

pembukaan-selubung-lanud-sadjad
Pembukaan selubung Lanud Raden Sadjad

Natuna (Marwahkepri.com) – Pangkoopsau I Marsda TNI Yuyu Sutisna meresmikan pergantian nama Pangkalan TNI AU Ranai menjadi Pangkalan TNI AU Raden Sadjad.

Peresmian pergantian nama tersebut disaksikan oleh wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Danlanud Raden Sadjad Kolonel Pnb Nurtantio Affan, ahli waris, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta pejabat Pemkab Natuna dan unsur FKPD Natuna di base apron Lanud Ranai, Kamis (3/11).

Dalam sambutanya, Pangkoopsau I Marsda Yuyu Sutisna menyebutkan nama Raden Sadjad diambil dari salah seorang tokoh pejuang nasional selanjutnya dituangkan dalam surat keputusan kepala staf angkatan udara nomor KEP/678/X/2016 tanggal 21 Oktober 2016.

“Lanud Ranai kini berubah nama menjadi Lanud Raden Sadjad atau disingkat Lanud Rsa. Perubahan nama ini adalah wujud penghormatan atas jasa-jasa dan pengabdian para tokoh pejuang yang telah berjasa kepada bangsa dan negara khususnya dalam perjuangan dan pengabdian kepada TNI AU,” kata Marsda Yuyu Sutisna.

Selanjutnya, Pangkopsau I mangatakan bahwa pemilihan nama tokoh pejuang sebagai nama Lanud merupakan upaya pelestarian nilai-nilai juang kepada masyarakat daerah yang memiliki pangkalan udara. Sehingga tercipta jiwa dan semangat juang serta rasa kebanggaan terhadap tokoh pahlawan nasional dan tokoh pejuang masyarakat setempat.

“Pergantian nama ini sudah melalui mekanisme koordinasi yang sangat baik antara pihak TNI AU dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ahli waris untuk mengabadikan nama Lanud Ranai dengan nama tokoh pejuang dan perintis TNI AU di pulau Natuna yaitu Raden Sadjad. Dan keinginan ini juga muncul dari kalangan masyarakat dan Pemda,” ungkap Pangkoopsau I.

Raden Sadjad merupakan tokoh perintis yang memimpin tim pelaksanaan pembangunan pangkalan udara pertama kali di Pulau Natuna. Bersama tujuh orang anggotanya pada tanggal 5 Mei 1955 mempunyai misi merealisasikan pembuatan run way.

“Jadi pangkalan udara ini murni karya anak bangsa dan tidak ada campur tangan asing dalam setiap jengkal pembuatannya. Makanya patut kita semua untuk mengenang jasa-jasanya dengan memberi nama pangkalan ini dengan salah satu nama pejuang tersebut. Dan keberadaan pangkalan ini juga sebagai benteng pertahanan udara di wilayah barat Indonesia,” tegasnya.(mk/bk)