Dinilai Belum Bekerja Maksimal, Ngesti “Semprot” Kadis Perindag

chaidir-char
Chaidir Char

Natuna (Marwahkepri.com) – Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Natuna sebagai ujung tombak pemasaran produk-produk daerah terus dipertanyakan. Perannya dinilai belum berjalan optimal ?, karena bagi sebagian besar pengusaha rumahan (home industri) pemasaran masih menjadi titik lemah, khususnya pemasaran keluar daerah.

Disperindag diharapkan mampu memecahkan segala persoalan pelaku usaha dibidang pemasaran. Akan tetapi, sampai sekarang instansi ini tidak ada gebrakan, bahkan belum mampu membuat standarisasi produk yang berdaya saing.

Wajar saja, kalau selama ini menjadi buah bibir dan dinilai berjalan ditempat oleh masyarakat Natuna. Belum lama ini, Kepala Disperindag Chadiri Char bahkan sempat “dipermalukan” Wakil Bupati Ngesti Yuni Suprati ketika menghadiri acara Dinas Kelautan dan Perikanan.

“jadi kita perlu adanya standarisasi dari produk itu sendiri, tentunya peran Disperindag sangat menentukan disini, jangan hanya bisanya diam begitu saja, harus ada usaha pemberdayaan masyarakat untuk berdaya saing”, semprot Ngesti saat membuka pelatihan wisarusaha di RM Sisi Basisir, Rabu (2/11).

Ngesti mengatakan, berbagai kelompok usaha kecil menengah di Natuna selama ini telah mendapat perhatian dari pemerintah, baik bantuan pembinaan, pelatihan, bahkan peralatan usaha juga sudah pernah dibantu. Kendati demikian, mayoritas usaha yang dibangun masyarakat tida berjalan, karena tersandung masalah pemasaran.

Orang nomor 2 di Natuna ini juga sempat bertanya, terkait jumlah produksi per bulan usaha kerupuk atom di Jemengan, Ranai. Namun jawaban yang diberikan kepala Disperindag akhirnya dibantah Ngesti, karena dinilainya tidak masuk akal.

“masa iya jumlahnya segitu, pak Chaidir Char salah ini, jadi pak chaidir harusnya tau produk-produk seperti itu berapa kemampuan produksinya setiap wirausaha. Karena ini ada hubungan antara kelautan dan perdagangan, harus selalu ada pendataan, peningkatannya berapa harus terus dilakukan pemantauan dan ditingkatkan”.

Sejauh ini peran Disperindag belum tampak, untuk itulah perlunya dibentuk sebuah badan standarisasi untuk menilai kuwalitas produksi masyarakat. Perindag dalam hal ini sangat menentukan, kalau dinas teknis lainnya lebih kepada produksinya.

Sinergisitas antar dinas yang berkaitan dengan Perindag, DKP dan Dinas Koperasi dan UKM sudah berjalan, hanya saja yang paling menentukan disini adalah endingnya di bidang pemasaran, disitulah peran menentukan dari Perindag itu sendiri.

“Sebenarnya untuk masalah ini kita sudah sinergi, tinggal bagaimana kita perannya dinas terkait ini khususnya Perindag, karena endingnya adalah pemasaran, produksinya banyak kemudian pembinaan dari koperasi bagus, kelompok koperasi dan pemerintah daerah sudah memberikan dana pembinaan, endingnya tetap di pemasaran”.

Merasa dipojokkan, akhirnya Kadis Perindag Chaidir Char angkat bicara, menurutnya pihaknya sudah melakukan tugas semaksimal mungkin, kalau masyarakat menilai instansi yang dikomandoinya tidak mampu bekerja, itu tidak benar.

Selama ini banyak kelompok usaha masyarakat tidak melapor ke Disperindag, sehingga mereka tidak bisa memfasilitasi pemasarannya ke luar daerah. Ada beberapa dinas lebih kepada pembinaan sendiri-sendiri, termasuk kelompok wirausaha masyarakat coremap-CTI dibawah naungan Kelautan dan Perikanan.

“Mereka masing-masing dinas membina, ini kan mereka ngak lapor ke kita, mereka bikin sendiri akhirnya ngak terjual dan kita kalah disitu aja, kalau dia datang ke kita otomatis kita beri jalan, kelompok ini tidak pernah mendaftar ke kami, kalau yang lain banyak mendaftar”, ujar Chaidir Char.

“Ohh..tidak lah saya tidak merasa tersinggung karena ucapan bu wabup, kalau saya digitukan kan kita bersemangat, pimpinan marah kan hal yang wajar, malahan kita bersemangat berarti kita disuruh kerja lebih baik lagi”.

Chaidir menilai, salah satu kelemahan pemasaran produk daerah Natuna adalah pengemasan,” dipasarkan kedalam aja susah kita, apalagi keluar kalau kemasan tidak bagus. Mutu produk kita sudah mulai bagus, akan tetapi kalau kemasan tidak bagus dan menarik orang tidak akan beli”.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email