Agar Laku Dipasaran, Produk Natuna Wajib Punya Standarisasi

suasan-pembukaan-acara-pelatihan
Wabup Ngesti Yuni Suprapti membuka pelatihan

Natuna (Marwahkepri.com) – Untuk meningkatkan kwalitas dan daya saing produk-produk daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Natuna menggelar pelatihan bagi kelompok masyarakat. Acara ini bertajuk pelatihan wirausaha kelompok masyarakat coremap-CTI Kabupaten Natuna.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan undang-undang nomor 31 tahun 2014 tentang perikanan, undang-undang nomor 27 tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 1 tahun 2014 tentang pengolahan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Disamping itu, juga mengacu kepada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 17 tahun 2008 tentang kawasan konservasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, Permen KKP nomor 2 tahun 2009 tentang tata cara penetapan kawasan konservasi perairan, Loan agreement PHLN untuk Coremap-CTI antara pemerintah Indonesia dengan ADB dan grand agreement PHLN untuk coremap-CTI antara pemerintah Indonesia dengan ADB.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Wahyu Nugroho menyampaikan, tujuan dan sasaran kegiatan ini untuk mempasilitasi kelompok usaha masyarakat sebagai mitra usaha dalam meningkatkan pendapatan. Khususnya bagi ibu-ibu nelayan di wilayah Coremap-CTI Natuna.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 72 orang, dari 18 kelompok yang ada di 6 kecamatan seluruh Natuna. Masing-masing kelompok mengikutsertakan 3 perwakilan. Untuk memberikan pelatihan kepada mereka, dihadirkan 4 orang narasumber dari Dirjen Penguatan Daya Saing Kementerian dan Kelautan RI.

“Bu wakil, kegiatan ini diikuti 72 orang dari 18 kelompok wirausaha, mulai dari desa Teluk Buton hingga ke Bunguran Selatan, sisanya ada di Kecamatan Pulau Tiga”, ujarnya di RM Sisi Basisir, Rabu (2/11).

Selama mengikuti pelatihan dari tanggal 2-4 November, kelompok wirausaha masyarakat ini akan digembleng 4 orang narasumber dari Direktorat Jendaral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan KKP. Diantaranya Harnita Hardiastuti, Roy Darma, Fahrudin Alhuzi, dan ibu Sarita.

Sementara itu, wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, produk-produk olahan anak daerah masih kalah dengan daerah lain. Untuk itu produk yang ada harus berstandarisasi sehingga punya kwalitas dan daya saing.

Karenanya, kelompok wirausaha harus mendapat pembinaan bagaimana membuat produk olahan ikan menjadi lebih memiliki daya saing. Disamping itu, para kelompok juga harus mendapatkan pelatihan khusus me-manage sebuah usaha, sehingga usaha itu bisa berjalan dengan baik.

“saya yakin dan percaya 18 kelompok ini sudah terbina oleh coremap, karena saya juga sudah merasakan bagaimana hasil pembinaan dari coremap ini. tentunya kedepan kita menginginkan perlu adanya daya saing dalam wirausaha ini, jangan hanya begitu-begitu saja, kemasannya juga harus bagus, sehingga keinginan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan akan tercapai”.

Produk berbahan baku ikan, sebenarnya tidak hanya bisa diolah menjadi kerupuk, akan tetapi bisa diolah untuk berbagai jenis produk lain, seperti ikan asin, abon dan sebagainya. Akan tetapi belum bisa diterapkan secara maksimal di Natuna, bantuan pembinaan yang diberikan pemerintah tidak menghasilkan produk lain.

Kelemahan wirausaha lainnya adalah belum adanya pemasaran, Disperindag harus bersinergi dengan instansi membidangi produk tersebut. Namun demikian, barang yang dipasarkan juga harus memiliki standarisasi, seperti kemasan bagus, dan memiliki cita rasa khas.

“Ini juga menjadi masalah, perlu daya saing, kita akan kalah dengan daerah lainn. Saya pernah dulu mengumpulkan macam-macam kerupuk ikan, ada yang rasanya asin, kurang enak, ada yang gatal, ini harus hati-hati karena untuk meningkatkan daya saing salah satunya adalah kwalitas harus dijaga”.

Ada semacam kebiasaan masyarakat kita, kalau barang ini sudah laku, mulai diubah-ubah rasanya, barangnnya dikcelikan, susah kalau begini. Nah ini mungkin perlu adanya smecam standarisasi dari produk itu sendiri. Tentunya Disperindag juga tidak bisa diam begitu saja, tambah Ngesti.

Kedepan, wirausaha jangan hanya terkonsetrasi kepada pengolahan kerupuk, harus dibuat trobosan untuk produk lain berbahan ikan. Terpenting adalah bagaimana me-managemen wirausaha itu dengan baik dan meningkatkan pendapatan masyarakat.(Nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.