Listrik di Ranai Sering Mati, Kepala PLN Salahkan Cuaca

kepala-pln-ranai-menjelaskan-alasan-seringnya-listrik-mati
Dewan mendengarkan penjelasan kepala PLN

Natuna (Marwahkepri.com) – Belakangan ini kondisi listrik di Natuna tidak stabil, khususnya di kota Ranai dan sekitarnya sering terjadi mati secara tiba-tiba. Masyarakat merasa dirugikan dan kecewa, karena dalam satu hari listrik bisa mati berkali-kali.

Usman (40) warga Air Kolek mengatakan, kadang kala bisa mati sampai tiga kali dalam sehari. Karenanya banyak aktifitas kerja yang menggunakan tenaga listrik jadi tidak maksimal.

Ia berharap kondisi ini jangan berlarut-larut, karena akan sangat merugikan bagi rumah tangga maupun pengusaha. PLN seharusnya bisa mengantisipasi setiap ada gangguan.

“kalau kondisinya seperti ini terus menerus dalam waktu lama, kita masyarakat dan pengusaha repot. Kerjaan yang menggunakan tenaga listrik jadi terganggu karena tidak lancar”.

Menanggapi maraknya laporan warga merasa terganggu usahanya, Dewan Natuna di Batu hitam akhirnya merespon. Pihak legislatif memanggil kepala PLN bersama staf untuk didengar penjelasannya, pada Senin (31/10).

“sering padam listrik akhir-akhir ini murni disebabkan alam, sebenarnya kami tetap berusaha menormalkan yang ada, petugas kami bergerak semua untuk mengatasinya agar cepat normal kembali”, ujar Kepala PLN Ranai Has Dedi, saat di hearing wakil rakyat.

Menurut Dedi, gangguan ini murni karena faktor cuaca alias gangguan alam. Keterbatasan jumlah petugas membuat perbaikan menjadi cukup lama, minimal butuh waktu setengah jam agar kembali normal seperti semula.

“petugas kami jumlahnya tidak banyak, sehingga kalau ada gangguan, harus dilepas dulu semua organ, sepertu trafo, Lbs, dan perangkat lainnya, minimal butuh waktu setengah jam supaya normal lagi”.

Selain mempertanyakan masalah listrik yang sering mati, Dewan juga mencecar Dedi terkait buruknya pelayanan PLN. Laporan masyarakat via telpon acap kali tidak direspon pihak PLN.

“Kan ada telpon pelayanan, jika ada warga merasa terusik ada gangguan listrrik, pelayanan PLN menurut saya banyak kelemahan, banyak pengaduan dari masyarakat ketika mengadu tetapi tidak datang,kiranya menjadi perhatian”, ujar anggota DPRD Wan Sofyan.

Politisi partai berlambang banteng moncong putih ini juga menanyakan kebutuhan bahan bakar mesin,ketika terjadi beban puncak. Jangan sampai masyarakat berfikir matinya listrik memang disengaja, karena pihak PLN ingin mencuri minyak.

Dedi berdalih, gangguan yang terjadi seperti kejadian tadi malam ( 30/10 ) sekitar pukul 12.00 wib, pohon tumbang menimpa kabel PLN, arus akan naik secara tiba-tiba, sehingga mengakibatkan mesin menjadi mati.

Terkait buruknya pelayanan PLN seperti disampaikan dewan, Dedi mengatakan akan mengkroscek kebawah. Kedepan masyarakat lebih baik menghubungi call center, caranya masukkan kode area + 123 .

“Pelayanan, kita ada call center, seharusnya warga diharapkan kesana, kalau kita hubungi dari hp kode area dulu baru 123 , informasi masalah gangguan disitu, nanti akan dijawab sama call center baru disampaikan ke kita”.

Ia memninta kepada dewan untuk sama-sama mengawasi petugas PLN yang nakal, Jika terbukti ada oknum petugas mencuri minyak, dipastikannya keesokan harinya diberhentikan.

Hearing terhadap PLN siang itu dibuka langsung ketua DPRD Yusripandi, dan dihadiri 5 orang anggota lainnya.(Nang)